Jakarta, 9th December 2014,
Finally I hit 17.
Feeling blessed for every second. Thank you Mom, Dad, sissies, y'all made me to be like this. Thanks for accept me for the way I am, for every yelled if I break the rules.
Just like that. We finally decided that we'll go on our own way. :) Lega. Campur aduk. Deg-degan. Nggak ada perasaan sedih ataupun marah. Tapi, aku memang penasaran.. apakah aku dan pasanganku bisa memulai hidup sendiri tanpa kehadiran satu sama lain? Pasanganku saat ini memang banyak membawa pelajaran hidup. Dia membuatku menjadi lebih melihat dunia, lebih luwes, lebih santai, bisa tertawa daripada pusing memikirkan berbagai hal, dan bisa beristirahat sejenak. Sifat negatifnya pun banyak sekali, yang melatar belakangi aku memikirkan kembali hubungan ini. Rasanya, sudah cukup kami mendapatkan pelajaran masing-masing. Kami sama-sama mengakui, kami tidak bisa melihat masa depan kami secara bersama. Kami saat ini hanya menjalani rutinitas yang sudah terbiasa karena terbentuk bertahun-tahun. Kedua anak kami layak mendapatkan cinta yang utuh sebagai keluarga, namun kami tau kami tidak akan bisa memberikannya jika tetap bersama. Kami sama-sama berhak mendapatkan cinta yang utuh, hati yan...
blog anda punya tampilan yang menarik, isinya pun kebanyakan berisi mengenai kegiatan anak muda masa kini. sukses terus yaw kawan :p mampir sini kalo bisa htp://freakyteenager.wordpress.com trims~
ReplyDeleteThank you for reading my blog! I'll improve my writing skill so maybe it won't be about my curhatan :') I'll open your blog later, belom sempet nih sekarang
Delete