Skip to main content

Posts

((relapse)) Kalo diinget, gue nggak pernah nangisin ini cowo, atau biarin emosi gue luber. Mungkin itu alasannya gue susah move on, ya? Gue kebanyakan menekan emosi gue selama ini, memilih diam, menghilang. Tapi tanggal 27 Agustus 2026 kemarin, tau-tau gue menangis. Bukan yang histeris hingga sesak napas, tapi air matanya keluar begitu aja tanpa henti. Mungkin akan ada kambuh berikutnya. Tapi gue jadi semakin yakin lagi dengan kapasitas diri gue ketika mencintai. Kalo gue bisa mencintai orang lain sedalam itu, maka gue tau, gue juga berhak dicintai orang lain sedalam itu dan gue tau orang itu akan selalu mengusahakan gue sesederhana karena takut kehilangan gue.
Recent posts
"Jangan terlalu baik jadi orang, nanti dimanfaatin." Banyak orang bilang kaya gitu. Mungkin bukan gue baik, tapi mungkin gue merasa selama gue bisa bantu dan mempermudah urusan orang lain di dalam kapasitas gue, ya itu bukan masalah yang besar. Mungkin emang kapasitas kasih gue yang kebesaran, sampai orang lain merasa gue terlalu baik. Dan ternyata, gue nggak perlu mengubah kapasitas kasih yang gue punya. Karena kenyataannya... gue bermanfaat. Justru, ternyata gue dipertemukan dengan pria yang bisa melindungi gue dari orang-orang yang punya niat terselubung.
Sebagaimana layaknya gue pengen dimengerti tanpa gue perlu selalu mengatakannya, semesta memperkenalkan gue dengan pria ini. Lucu... ketika gue kira hati gue sudah tertutup rapat dan sulit menerima kehadiran orang baru. Pria ini membaca pikiran gue, sangat penyabar, dan somehow... dia bisa menjadi lebih dominan daripada gue. Jika diibaratkan nilai, gue mendapatkan A+ dan dia bisa meraih A++++. Poin lainnya, ketika gue merasa kecewa dan menarik diri, dia mencari gue. Bukan ikutan diam atau mundur. Selama ini, ketika gue menarik diri, nggak ada pria yang justru mencari dan menghampiri. Mungkin sesuai doa gue: kalo gue tau kapasitas diri gue dalam mencintai seseorang, maka akan ada juga orang seperti gue untuk gue. We will see about his consistency. With love, Nita
I met a new man. Way taller than me. A first born. Dominant, where I could see my feminine self depend on his masculinity. Responsible with his life. Has a huge control over his choices. I'm interested in him, and I know it goes both way. But I haven't seen him in a long-term way. The best candidate so far.
Kita memang nggak bisa menyelamatkan orang lain kalau orang itu nggak mau diselamatkan, kan? Sebesar apapun rasa cinta gue ke dia, gue nggak akan bisa memberikan itu semua dan dia nggak akan bisa menerimanya. Karena dia tidak mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu. Gue bisa memeluk lukanya, apabila dia sudah berani memeluk lukanya sendiri. Gue bisa memberikannya cinta terbesar yang pernah dia rasakan, apabila dia sudah mampu mencintai dirinya sendiri.

If I Die....

Udah kepikiran tentang kematian sejak beberapa waktu ke belakang. Gue masih muda, tapi, siapa yang tau usia, kan? Mungkin, sekarang inilah beberapa kemauan gue kalau nanti meninggal: 1. Meninggal di Mekkah Kalau bukan di sana, semoga: 1. Meninggal di hari Jumat 2. Meninggal tanpa rasa sakit, entah dalam tidur atau ketika sedang beribadah (maunya sih pas sujud). 3. Dipakaikan wewangian yang mirip sedap malam, melati, karena gue suka aroma itu. 4. Dipakaikan wewangian yang mirip parfum Twilly, kesukaan gue. 5. Dimandikan menggunakan sabun kambing, seperti yang selama ini gue lakukan semasa hidup. Sabun kambing membuat kulit gue lembut, kenyal, sehat, dan cocok untuk kulit gue yang sensitif gampang kambuh eksimnya. 6. Dikeramaskan menggunakan shampo yang wangi manis, kaya aromanya Bath and Body Works. Kalau diizinkan anggota keluarga lainnya, gue mau: 1. Jadi kadaver. Dalam keadaan seluruh organ tubuh lengkap, keadaan sempurna. Mengingat gue telah mendonasikan kornea mata jika gue ...
Just when I about to send the message, a sudden realization come to me. Thus, I shall keep my pride. However, My heart can't lie. My brain can't lie. So, with the little prayer, I shall say... A year has passed. May you always find good things in life. Have a blast.