Skip to main content
Sebagaimana layaknya gue pengen dimengerti tanpa gue perlu selalu mengatakannya, semesta memperkenalkan gue dengan pria ini. Lucu... ketika gue kira hati gue sudah tertutup rapat dan sulit menerima kehadiran orang baru. Pria ini membaca pikiran gue, sangat penyabar, dan somehow... dia bisa menjadi lebih dominan daripada gue. Jika diibaratkan nilai, gue mendapatkan A+ dan dia bisa meraih A++++. Poin lainnya, ketika gue merasa kecewa dan menarik diri, dia mencari gue. Bukan ikutan diam atau mundur. Selama ini, ketika gue menarik diri, nggak ada pria yang justru mencari dan menghampiri. Mungkin sesuai doa gue: kalo gue tau kapasitas diri gue dalam mencintai seseorang, maka akan ada juga orang seperti gue untuk gue. We will see about his consistency. With love, Nita

Comments

Popular posts from this blog

Note to Myself

Hanya kamu yang mengenal diri kamu, mungkin juga orang tua dan saudaramu, tapi bukan temanmu. Kamu dilahirkan sebagai "kamu", bukan sebagai "mereka" Kamu berhak untuk menyayangi diri kamu sendiri, dan membuat tubuh kamu bahagia, dibanding harus mendengar ucapan "mereka" yang merubah jati diri kamu. Kalau kamu rasa perubahan yang mereka harapkan membawa kamu ke fase bingung, maka perubahan itu bukan yang terbaik buat kamu. Memang lucu, mereka tidak tahu kamu tapi banyak menyarankan perubahan terhadap diri kamu. Saya rasa, selama kamu tidak melanggar apa yang Tuhan perintahkan dan mensyukuri apapun pemberian-Nya, kamu bebas mengekspresikan diri kamu. Hal lainnya adalah tentang cinta. Sama seperti pembahasan sebelumnya, hanya kamu yang mengenal hati kamu. Orang lain mungkin hanya memberikan sedikit masukan, ataupun mencoba menerka isinya. Tapi intinya, hanya kamu yang bisa menentukan apa yang akan terjadi di kisah cintamu yang selanjutnya. Toh, intinya han...

Acknowledging It

The things that we can control : Our actions, our thoughts, our reactions, our choices. Kontrol itu termasuk bagaimana kita menyalurkan energi di dalam diri supaya nggak terbuang sia-sia gitu aja. Speaking of it,  tumbuh besar di lingkungan yang 'keras', didikan disiplin, teratur, berusaha menjadi contoh di manapun berada; membuat aku sebagai individu yang penuh pertimbangan sekarang. Aku bisa ceroboh, ekspresif, ramai... namun, juga sebenarnya menjadi overthink dan dipendam sendiri. Dulu, cenderung menjadi people pleaser . I chose to laugh although deep down I want to scream. I often said "yes" instead of "no." I walked away and hide when I felt overwhelmed and unwanted. Butuh latihan selama bertahun-tahun untuk aku menjadi nyaman dengan diriku sendiri, menerima semua emosi yang aku rasakan, bukannya dibiarkan dan dipendam gitu aja (karena ternyata nggak sehat, bikin makin nggak waras). Kalau ada senang, pasti ada sedih. Kalau ada cinta, pasti ada benci. Ka...

Dream is NOT a Dream (I hope).

Hmm, do you ever think about your dreams? I mean.. Not a dream when you sleep and your mind is walking around in Dreamland. It's about your future. Many people asked me the same question. "What do you wanna be?" Maybe when we're a little, randomly we answer it like.... "An astronaut," "A pilot!" or like "A model!", "A Doctor", "A scientist." But, we're growing up. We have to think deeper than before. We have to think the risks. The example is me. I was dreaming to be a person who can make a huge fashion-show, and design all that dresses. I didn't know what is that until someday I knew that's called a designer. But I don't really care what designer I am. A fashion designer, or a web designer, or something with that titles. As long as people say it as a designer, as long as my imagination and my creativity can grow, I wanna be a designer.  Then I was dreaming to be an architect too. M...

Related, Unrelated, Unity

Apa arti sebuah keluarga itu? Mungkin semua orang berpikir kalau keluarga itu adalah orang-orang yang terikat dalam hubungan darah. Terikat dalam ras yang sama. Terikat didalam agama yang sama. Padahal, kan ngga kaya gitu juga. Keluarga itu belum tentu berasal dari hubungan darah yang sama, bukan berasal dari ras yang sama, kulit putih atau negro. Sebuah keluarga itu ngga harus mempunyai marga yang sama, berasal dari suku yang sama. Menurut gue.... Keluarga itu adalah orang-orang yang selalu ada untuk kamu. Yang benar-benar mengerti kamu, menyayangi kamu melebihi apapun. Baik terikat dalam darah atau bukan, mereka adalah keluarga kamu. Keluarga itu se-la-lu ada kapan aja saat kamu butuh mereka. Mungkin kebanyakan orang merasa mereka itu tidak punya keluarga. Mereka sendirian. Ngga ngerti lagi harus bercerita ke siapa. Ngga tahu apa ada orang yang nasibnya sama. Ngga tahu lagi gimana rasanya punya orang yang peduli sama mereka.  Tapi..... coba kalian lihat ...

Proud Indonesian

Hi! It's been a while since I open this blog. Banyak banget yang harus diceritain selama ini. Dari mulai Mba Andes yang hamil dan bulan Agustus ini diprediksi melahirkan (phew, I'm gonna be Aunt again!), gue yang udah lulus SMA, berkah-berkah yang diperoleh selama bulan Ramadhan, dan cerita tentang teman-teman gue. First I'm gonna write about: RAMADHAN 2015. Why? It's actually my opinion about living in Bendungan Hilir (Benhil). As you know, Benhil is the most popular place to go while Ramadhan. Di pasarnya udah terkenal dengan jajanan-jajanan (ta'jil) untuk berbuka. Orang-orang mulai berlalu lalang sekitar pukul 4 sore, melihat-lihat apa yang dijajakan, dan akhirnya berhenti di satu pedagang. Ini adalah pemandangan normal yang gue lihat selama tujuh belas tahun gue tinggal di sini. Tapi... rasanya gue baru benar-benar melihat 'situasi' bulan ini, ya, pas tahun ini. Kenapa? Pengemis adalah hal tidak asing yang dilihat kalau kalian melihat jajanan di p...