Sebagaimana layaknya gue pengen dimengerti tanpa gue perlu selalu mengatakannya, semesta memperkenalkan gue dengan pria ini.
Lucu... ketika gue kira hati gue sudah tertutup rapat dan sulit menerima kehadiran orang baru.
Pria ini membaca pikiran gue, sangat penyabar, dan somehow... dia bisa menjadi lebih dominan daripada gue. Jika diibaratkan nilai, gue mendapatkan A+ dan dia bisa meraih A++++.
Poin lainnya, ketika gue merasa kecewa dan menarik diri, dia mencari gue. Bukan ikutan diam atau mundur. Selama ini, ketika gue menarik diri, nggak ada pria yang justru mencari dan menghampiri.
Mungkin sesuai doa gue: kalo gue tau kapasitas diri gue dalam mencintai seseorang, maka akan ada juga orang seperti gue untuk gue.
We will see about his consistency.
With love,
Nita
Hanya kamu yang mengenal diri kamu, mungkin juga orang tua dan saudaramu, tapi bukan temanmu. Kamu dilahirkan sebagai "kamu", bukan sebagai "mereka" Kamu berhak untuk menyayangi diri kamu sendiri, dan membuat tubuh kamu bahagia, dibanding harus mendengar ucapan "mereka" yang merubah jati diri kamu. Kalau kamu rasa perubahan yang mereka harapkan membawa kamu ke fase bingung, maka perubahan itu bukan yang terbaik buat kamu. Memang lucu, mereka tidak tahu kamu tapi banyak menyarankan perubahan terhadap diri kamu. Saya rasa, selama kamu tidak melanggar apa yang Tuhan perintahkan dan mensyukuri apapun pemberian-Nya, kamu bebas mengekspresikan diri kamu. Hal lainnya adalah tentang cinta. Sama seperti pembahasan sebelumnya, hanya kamu yang mengenal hati kamu. Orang lain mungkin hanya memberikan sedikit masukan, ataupun mencoba menerka isinya. Tapi intinya, hanya kamu yang bisa menentukan apa yang akan terjadi di kisah cintamu yang selanjutnya. Toh, intinya han...
Comments
Post a Comment