((relapse)) Kalo diinget, gue nggak pernah nangisin ini cowo, atau biarin emosi gue luber. Mungkin itu alasannya gue susah move on, ya? Gue kebanyakan menekan emosi gue selama ini, memilih diam, menghilang. Tapi tanggal 27 Agustus 2026 kemarin, tau-tau gue menangis. Bukan yang histeris hingga sesak napas, tapi air matanya keluar begitu aja tanpa henti. Mungkin akan ada kambuh berikutnya. Tapi gue jadi semakin yakin lagi dengan kapasitas diri gue ketika mencintai. Kalo gue bisa mencintai orang lain sedalam itu, maka gue tau, gue juga berhak dicintai orang lain sedalam itu dan gue tau orang itu akan selalu mengusahakan gue sesederhana karena takut kehilangan gue.
Brain. Beauty. Behavior.