Skip to main content
Ternyata, gue lumayan dikelilingi manusia yang iri dengan kehidupan gue.

Entah iri karena bos gue izinin untuk bisa wfh, gaji negotiable yang cukup besar untuk wanita seusia gue, bahkan karena semudah itu mendapatkan cuti. Padahal, gue yakin uang yang masuk ke gue serta waktu kerja fleksibel itu adalah rezeki untuk anak-anak gue supaya gue bisa membersamai mereka. Gaji gue besar, karena gue menanggung mereka, termasuk membiayai kedua orang tua gue yang udah lanjut usia. Gue bisa cuti selama sebulan penuh juga karena hasil negosiasi memperjuangkan hak gue, udah knowledge transfer sebelumnya, dan menyelesaikan pekerjaan yang bisa diselesaikan. Mereka hanya melihat enaknya, sementara mereka nggak lihat gue juga bekerja hingga dini hari, workload numpuk, menjadi palu gada, masuk ke RS karena pendarahan saat hamil 7 bulan karena kelelahan bekerja. Gue pantas mendapatkan gaji, kerja fleksibel, dan cuti karena gue kerja nggak ada jam pasti dan hasil kinerja gue juga cukup bagus.

Ada juga, yang iri karena gue masih bisa cantik, stylish, mendapatkan kebebasan walaupun sudah menjadi ibu, bisa dan mampu bekerja, sering makan cantik di berbagai hotel bintang lima dan kafe lainnya. Padahal, memang pekerjaan gue yang bertemu dengan klien dan vendor secara otomatis membawa beban tersendiri bagi gue untuk bisa selalu terlihat well dressed.

Keberuntungan ini semua adalah berkah dari Allah, dan gue sangat bersyukur akan ini semua. Setelah semua badai yang ada di hidup gue, diberikan pekerjaan seperti sekarang memanglah suatu pelangi tersendiri.

Anehnya, perasaan iri ini berasal dari beberapa orang. Ada yang dari lingkup pertemanan, pertemanan kantor, dan orang luar di sekitar gue. Kok gue bisa tau? Ya, karena mereka yang call it out, memojokkan gue secara langsung, mengadukan beberapa hal ke atasan gue — yang dibela atasan gue, dan ada yang marah sama sahabat gue karena gue sering main sama sahabat gue daripada sahabat gue ke orang tersebut. Gue pun jadi harus menjelaskan seluruh hal ini, di mana setelahnya gue jadi mikir:

1. "Kenapa gue harus menjelaskan gaji, cuti, dan waktu kerja gue ke mereka?"

2. "Kita udah tua, bukan anak sekolah. Ngapain masih iri-irian, sih?"

3. "Bisa-bisanya ada yang iri sama gue, padahal gue kepikiran tentang hidup mereka aja engga. Kita ada struggles masing-masing. Aneh banget."

Gue tuh udah capek banget loh energi gue terbuang karena bekerja, mengurus rumah, dan membesarkan anak. Gue cuma mau bernapas aja, fokus ke diri sendiri. Kehidupan gue nggak menarik untuk kalian kepoin dan bandingkan.

Hidup selayaknya manusia aja, lah.

Comments

Popular posts from this blog

Pancasila, Nasionalisme, dan Eyangkung

Mungkin Eyangkung (Eyang Kakung, Kakek dalam bahasa Jawa) benci disebut-sebut sebagai pahlawan. Tapi, memang kenyataannya begitu. Tidak akan ada Indonesia tanpa Eyangkung dan para pahlawan yang lain. Eyangkung saya bernama Eyang TK, beliau lahir di Solo pada 17 Agustus 1919. Eyangkung bersekolah di Neutrale H. I. S Solo dan beliau berprestasi di sekolahnya. Karena prestasi itulah beliau dibebaskan dari les persiapab masuk M. U. L. O. dan pada akhirnya beliau berhasil masuk tanpa melalui tes ujian masuk. Sebagai cucu kesekian, saya sangat bangga mempunyai sosok Eyangkung. Karena beliau, saya selalu bersumpah akan membawa nama baik keluarga. Saya nggak mau menjelekkan nama baik keluarga besar, saya nggak mau dibilang, "cucu pahlawan kok seperti itu?" (Walaupun saya ini memang tergolong bandel sih, cuma bandelnya masih sebatas wajar). Walaupun beliau wafat setahun sebelum saya lahir, banyak cerita yang sudah saya dengar maupun foto-foto beliau yang saya lihat.  Dari yan...

AFS Frequently Asked.

Where and when can I apply? Every student who is in 10th grade during the application period can apply for the departure in the following year. You apply by using our online application system. What and how much should I write about me in the application? You will provide the most accurate information about yourself. The information you write will be used in the selection process in chapter and national levels. I am not living in Java and the next chapter is far. Do I have to pay the travel costs to the selection location myself? During the chapter selection stages, domestic travel expenses will be your responsibility. Departure in March or August – advantages and disadvantages? Departure time depends on when the academic year starts in the hosting country. Both departure time will give you chance to experience a whole academic year from the beginning to the end, and hopefully will give you a “full” experience as a high school student abroad. What happens at th...

Sampul Buku dan Lembarannya

Boleh nggak saya memohon satu hal? Cukup sederhana. Kebanyakan dari kalian hanya memandang sampul sebuah buku. Jika sampul itu berupa kulit, kalian akan langsung mengambilnya. Kalau buku itu hanyalah buku usang, entah siapa yang akan mengambilnya. Disini bukan tentang menilai buku dari sampulnya. Tapi tentang siapa yang akan mengambil buku itu. Munafik memang, kalau kita mengaku tidak melihat orang dari penampilan. Tapi entah kenapa saya letih dengan semua itu. Letih dengan tipuan paling sederhana. Saya ingin kalian tetap menatap saya dalam keadaan terburuk, terjelek. Bukan dalam keadaan sebaliknya. Apa terkesan saya sombong? Tidak, bukan itu maksudnya. Saya hanya ingin kalian membuka buku itu setelah melihat sampulnya. Saya bukan buku bersampul kulit. Saya hanya buku biasa. Lembarannya putih, polos, tanpa coretan. Saya butuh kalian yang dapat mengisi lembaran-lembaran ini, bukan hanya menggeletakkan buku ini ke lemari hingga usang.

A Battle Throughout The Years

I met him somewhere in the last few months in 2019. He has a cute smile, taller than me, long straight hair, with tattoos on his hand. He was different from my ideal man. I thought he loved me, but I realize now, it was actually a love bombing. I learned to love him each year, but I realize now, I was only fooling myself and keep on pretending. -2019- December. It was my birth month, but instead of getting me a surprise, he yelled at me and cursed me. I cried. I told him, "this is my first time in my birthday that I cry. You made me cry in my birthday. You didn't give me present, you didn't congratulate me. You made me cry. Men congratulated me, gave me presents, and flowers. You brought me tears." Then, there was another time when he actually mad at me because I couldn't come to his house after office hour. I was so tired, I needed to commute with train and ojek to got to my office. I said sorry to him, but, he cursed me again. I called my cousin who stayed in Ba...

(Sedikit) Curhat

Alhamdulillah, 2017 is soon to be over! Rasanya bersyukur dan senang banget ternyata mayoritas Resolusi 2017 yang ditulis di akhir tahun 2016 kemarin sudah jadi kenyataan. Kehidupan perkuliahan itu sulit, serius. Apapun jurusan kamu, semua ada ups and downs nya. Gue yang sudah hampir menjadi mahasiswa angkatan tua, ngerasain banget jenuh-jenuhnya. Kasarnya, kalau bisa nikah sama pengusaha kaya raya mending langsung nikah, deh. Tapi... hidup itu nggak sepenuhnya kaya drama Korea. Let it flow, nikmati saja arusnya. Gue yang sekarang di semester 5, semakin mendengar desas-desus tentang diri gue sendiri di kampus. "Cuma modal muka", "dia nggak pinter, cuma dia deketin dosen biar nilai bagus", "gue gasuka sama Nita", dan tetek-bengek lainnya. Normal, namanya hidup itu penuh pro dan kontra. Sebenarnya gue sudah mendengar ini sejak gue di semester 1, sih, tapi makin ke sini semakin kelihatan siapa saja orang-orangnya. Bahkan, beberapa orang sudah membuat gue k...