Kita memang nggak bisa menyelamatkan orang lain kalau orang itu nggak mau diselamatkan, kan?
Sebesar apapun rasa cinta gue ke dia, gue nggak akan bisa memberikan itu semua dan dia nggak akan bisa menerimanya. Karena dia tidak mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu.
Gue bisa memeluk lukanya, apabila dia sudah berani memeluk lukanya sendiri.
Gue bisa memberikannya cinta terbesar yang pernah dia rasakan, apabila dia sudah mampu mencintai dirinya sendiri.
Just like that. We finally decided that we'll go on our own way. :) Lega. Campur aduk. Deg-degan. Nggak ada perasaan sedih ataupun marah. Tapi, aku memang penasaran.. apakah aku dan pasanganku bisa memulai hidup sendiri tanpa kehadiran satu sama lain? Pasanganku saat ini memang banyak membawa pelajaran hidup. Dia membuatku menjadi lebih melihat dunia, lebih luwes, lebih santai, bisa tertawa daripada pusing memikirkan berbagai hal, dan bisa beristirahat sejenak. Sifat negatifnya pun banyak sekali, yang melatar belakangi aku memikirkan kembali hubungan ini. Rasanya, sudah cukup kami mendapatkan pelajaran masing-masing. Kami sama-sama mengakui, kami tidak bisa melihat masa depan kami secara bersama. Kami saat ini hanya menjalani rutinitas yang sudah terbiasa karena terbentuk bertahun-tahun. Kedua anak kami layak mendapatkan cinta yang utuh sebagai keluarga, namun kami tau kami tidak akan bisa memberikannya jika tetap bersama. Kami sama-sama berhak mendapatkan cinta yang utuh, hati yan...
Comments
Post a Comment