Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2025
Aku takut menjadi korban yang menormalisasi kekerasan yang terjadi padaku, menerima segala kondisi dan perlakuan buruk terhadapku, memaafkan, kemudian kembali menjalin hubungan yang tidak sehat, dan mencintai pelaku yang menyamar menjadi penyelamatku. Ya Allah, permudahkanlah setiap urusanku, entengkanlah beban ini semua, mampukan aku untuk mampu berdiri di atas kaki sendiri untuk merawat kedua anakku. Ya Allah, jodohkan aku dengan pria yang sangat menyayangiku dan mencintaiku, hingga pria itu nggak akan pernah tega untuk menyakitiku baik secara lisan, fisik, dan mental. Pria itu akan menjadi rumahku ketika aku sudah lelah dengan dunia, dia akan mengerti seluruh kemandirianku dan ketangguhanku hanyalah topeng, dan dia akan melindungi jiwa dan ragaku yang rentan dan sensitif agar aku merasa damai dan aman.

Musim Hujan

Jakarta dan Tamgerang Selatan penuh hujan beberapa waktu terakhir ini, namanya juga menjelang akhir tahun. Banjir, macet, debu, terjebak di jalan selama 3 jam bukanlah hal baru bagi masyarakatnya. Di saat aku menulis ini pun hujan deras sedang mengguyur rumahku, dan mungkin juga seluruh area Jakarta. Namun, Dibalik itu semua... setiap tahunnya secara konsisten ada aku yang bertanya-tanya: "Aren't you afraid of the weather?" "Did you get home safely?" "Did you use TJ / motorbike / LRT / walk through the traffic and flood?" "Aren't you afraid of your health?" "Is it blur?" "Could you walk properly and confidently, without any anxiety that you may hit, stumble, or fall?" "How's your body handle it?" "Did you wear jacket?" "Did you feel cold?" "Did your bring umbrella?" "Did you get fever after that?" Aku memikirkanmu dan mempertanyakan bagaimana kamu menghadapi hujan d...

Shattered Heart since 2019 Onwards

Dulu, waktu aku lagi berantem dan putus sama mantan semasa SMA, ada cowo yang peka sama kondisiku. Dia menghampiriku yang lagi duduk menyendiri, menunduk menyembunyikan wajah karena sedang menangis, sambil mendengarkan lagu dengan earphone. Dia menarik earphone tersebut dan bilang, "Kenapa lo?" Aku jawab, "gapapa." Dia nanya, "putus lagi?" Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. "Nit, lo pernah ga tertawa karena jokes yang sama berulang kali? Nggak, kan? Jadi lo gausah nangis berulang kali karena hal yang sama." Terus dia duduk di sebelahku, menemani kesendirianku, menyampaikan humor-humor recehnya karena berusaha membuatku tertawa. *** Malam ini, aku kembali menangis lagi. Berulang kali untuk hal yang sama, disebabkan oleh orang yang kukenal sejak tahun 2019, dan ironisnya merupakan ayah dari kedua anakku. Aku berusaha janji dengan diriku sendiri untuk berhenti menangis karena dia. Namun, ternyata rasa sakitnya, merasa terhina, merasa renda...

Have a Little Faith

To the man who betrayed my sincerity since 2019 onwards, the one who oftenly yelled at me, hit me, cheating on me, giving gifts to make things work out again as if you can bribe me... this post is for you.  "It's your loss." "You're gonna miss me." "You'll regret it." No. I'm well-educated & family oriented. I'm well-spoken & soft-spoken. I dress well. I'm responsible. I love deeply. I have a pure heart. It's never my loss, I'm not gonna miss you, and I don't regret it. However, I still believe in true love, because I exist. My true love won't be you. I'll be with well-educated & family oriented man. I'll be with well-spoken & soft-spoken man. I'll be with a dress well man. I'll be with a responsible man. He'll love me deeply. He has a pure heart. I don't know where he is right now. Have I ever met him before, have we crossed path, does he already orbiting around me, or will he...

Hagia yang Bahagia dan Membuatku Bahagia

Showcase baletnya Gia ❤️🤗🩷 Cantik banget Gia 🤗 Mini Nita Nita versi lite Gia makan es krim di Kintamani yang dingin, cause why not? Aku ketidur karena capek abis kerja shift, pas bangun malah liat Gia makan oreoku sampai habis sebungkus 🥲 pertama kali Gia makan oreo 🥲 Selalu bawa Gia kemanapun aku pergi Tummy time sambil ciumin Gia Kloningan Nita Bonekaku Hagia dan Melodie Mini Nita 2.0, mini Nita 3.0 Nita dan Melodie Nita dewasa, Nita bayi Nita dewasa, Nita bocah *** I taught my kids (Hagia dan Melodie) about feelings. Happy, sad, confuse, angry, shy, etc. I told them, "You can cry when you're sad. But, you don't need to howl otherwise your chest and tummy will get hurt." "You can be angry with me or anyone else, but you can't hit other people unless you got hit first. If people hit you first, hit them back. It's your defense. But, you can't never ever start to hit first. You can be angry, but you don't need to scream out loud, otherwise you...
Apa kamu selalu percaya jika kita selalu diberikan kesempatan oleh Tuhan? Apakah aku layak diberikan kesempatan? Apakah kamu layak diberikan kesempatan? Apakah kita berani ambil resiko daripada tidak sama sekali? Apa kamu berani maju untukku? Untuk kita? Apa kamu pernah terpikirkan satu kali saja, apakah semua ini layak dicoba? Apa kamu merasakan jika kita masih berputar satu sama lain? Apa kamu pernah merasa, jika memang kamulah yang terbaik untukku dan bisa membuatku bahagia? Apa kamu tau, Tuhan selalu mengabulkan doa-doaku setiap aku menyebut namamu di ibadahku? Apa aku adalah "bagaimana jika"-mu? Sekali lagi, apa kamu tidak mau mencoba maju? Apakah kamu merindukanku seperti aku merindukanmu? Apakah yang aku rasakan adalah sosok dirimu dulu? Apakah yang aku rasakan adalah sosok dirimu sekarang? Apakah aku sangat menginginkan kita di masa ini? Apakah kamu membayangkanku dalam jangkauan tanganmu? Apakah kamu mengharapkan, walau hanya sebersit, aku terbangun di sisimu setiap ...
What's in my mind that I never talked to anyone before  vs what I told loudly: I care. I don't care anymore. I love him. I'm over him. I am not ok. I'm ok. I want him. I don't want him. I need him. I don't need him. I'm thinking of him. I forget him. He means a lot. He's just no one. He is my world. He is just a man. "I miss you." "What's up?" "Dont't go, stay." "Yeah, bye." "You're always in my mind." "Sorry, I can't remember." "I love you." "Take care." (Ps, this is not a farewell. It's just my contradiction)

A Woman Called Nadia

Andaikan Nadia adalah seorang pria, aku sepertinya akan memilih untuk menikah dengannya. Sayangnya, Nadia adalah seorang wanita, sahabatku sejak masa kuliah. Aku pernah beberapa kali menulis tentang dia dan sahabat-sahabatku yang lainnya, namun, seiring bertumbuh dewasa aku, hanya Nadia yang lebih konsisten hadir di hidupku dalam berbagai fase. Aku nggak pernah menyangka, aku bisa terus bersahabat dengan Nadia hingga selama ini, bahkan sampai pergi berlibur bersama dan menginap. Nadia adalah sahabatku, malah mungkin sudah seperti saudaraku sendiri. Senang. Sedih. Marah. Bingung. Kecewa. Takut. Khawatir. Semangat. Tertarik. Kami sama-sama selalu hadir dengan berbagai perasaan yang ada di diri kami, dengan itu kami tumbuh dan berkembang bersama. Mulai dari suka dan duka, kami terus saling mendampingi satu sama lain. Nadia tau seluruh ceritaku dan perilakuku, dan begitupun sebaliknya. Kami adalah yin-yang, jungkat-jungkit, ontang-anting yang selalu melengkapi satu sama lain. Aku nggak per...
Relapse day xxxxxxx Kan katanya kalau kita banyak melupakan memori kehidupan sendiri, artinya sebenernya trauma respons dari otak kita yang lagi melindungi diri sendiri dari ingatan yang menyedihkan. Nah, aku banyak melupakan memoriku. Aku hanya ingat sekilas aja tanpa detail. Jadi ketika aku buka blog ini dan kembali membacanya perlahan, aku kembali seperti mengenali kehidupanku lagi. TAPI. Khusus 1 orang ini... I remember it   him all to well. Apa karena otakku mengasosiasikan dia sebagai memori indah di kehidupanku? Mall, aroma parfum, caranya tertawa, caranya berdiri, lagu, makanan, jalanan, sumpia udang, F1, Keanu Reeves, MU, hampir semuanya... selalu membuat memori ini hidup di dalam kepala. Aku tidak keberatan dengan memori ini, aku menyukainya. Walau terkadang ada rasa sedih, "mengapa ini harus hidup sebagai sebuah memori?" Oh, I wish it's not just a memory. Oh, I wish he is my reality. Put yourself together, girl. You can do this. You can do EVERYTHING even with ...

Refleksi Diri

Aku selalu yakin, karakter asli seseorang akan terlihat dari caranya menghadapi konflik dan terutama saat... marah. Sebagai anak hasil didikan orang tua serba militer yang tegas dan disiplin, rasanya aku sudah kebal menghadapi orang-orang luar yang kelakuannya nyeleneh. Karena, seumur hidup aku udah latihan mental di rumah, dan memang orang tuaku adalah sosok yang paling aku takuti. Sejauh ini, dari hubungan terakhirku, aku pernah dikatain: "Dasar anak pungut!" "Dasar anak sampah!" "Dasar pelacur!" "Lonte!" "Anjing lo!" "Saya pikir, kamu bilang cinta sama anak pertamamu, padahal itu bullshit. Kamu hanya mementingkan diri sendiri." Aku lebih sering malas berdebat hanya mengatakan, "iya. Iya. Iya" dibandingkan membalas ucapan mereka. Karena kalau aku ikut buka mulut, orang-orang akan kaget dengan reaksiku. Itulah yang mereka rasakan setiap kali aku memilih untuk tidak menjaga lisanku, padahal aku hanya membela diriku d...

Once Upon a Sunny Morning with a Bare Face

I am as free as a bird now. I am ready to fly high, again. I am ready to bounce back. I reclaim my energy. I let go of the things and people who drain me. Nothing and no one could make me feel inferior. I'll be happy, wealthy, healthy. Finally, I get my spark back!!!! Wajahku akhirnya udah mulai kembali ke wajah asliku: tenang, sejuk, manis, lucu, anggun, menawan. Ternyata, melepaskan beban itu sangat berdampak ke perubahan wajahku (coba baca ini:  The Roller-Coaster Journey of Motherhood ) Inilah wajahku tadi pagi tanpa polesan make-up apapun, sambil menyusui DBF ke Odie ( responsible working Mama ). As seen in the photos below, sudah terlihat banget kondisi kulit wajahku kian membaik. Hanya ada bekas kemerahan jerawat yang akan bisa dihilangkan cepat di klinik kecantikan (tapi bukan prioritasku saat ini, karena bisa ditutupi concealer, hehehe), bibirku konsisten berwarna merah-muda, dan mataku terlihat hidup kembali. Tugasnya hanya tinggal sedikit (selain menghilangkan noda kemer...

Warlok Bali

Waktu itu, aku lagi terpuruk banget... butuh pelarian sementara, kabur. Oleh karenanya, I texted my cousin and directly asked her, "Bali yuk." She replied, "yuk." Lalu, pada akhirnya, karena kami waktu itu masih full WFH (alias gak perlu ke kantor untuk kerja), kami langsung cari tiket pesawat, hotel, dan penyewaan mobil. Semuanya hanya butuh hitungan hari untuk seluruh persiapannya. Ada untungnya juga menjadi orang yang adaptif dan spontan. Of course , sebagai seorang ibu I also brought my little daughter to came along with me. Cuma sendirian tanpa orang dewasa lain yang menemaniku, aku bawa bayi, 2 koper ukuran besar dan ukuran kabin, dan juga ransel isi popok. Aku ambil flight subuh, biar anakku bisa tidur nyenyak di jalan, nggak rewel, dan juga menyimpan tenaga untukku sendiri buat bisa istirahat tanpa harus menenangkan anak yang rewel. Sodaraku, memilih untuk pergi naik bus dan dilanjut kapal, karena dia belum pernah coba naik bus antar kota sebelumnya. Sungguh...