Skip to main content

I Feel Gorgeous Today

I just bought a new lipstick. Warnanya shade orange-coral, which means... back to BASIC ❤️

Dulu ya, aku gak mau banget pakai lipstik. Pertama, aku takut banget pake lipstik karena takut keracunan. Efek kebanyakan nonton CSI, Criminal Minds, dan serial crime lainnya. Kedua, aku gak suka dibilang genit dan centil.

But, along the way, ternyata aku memang mengakui diriku ini genit dan centil. Aku senang terlihat cantik, menawan, well dressed, well groomed. Kepercayaan diriku tinggi banget kalau aku lagi pakai pakaian yang terlihat rapih, color coordinated, stylish; diikuti dengan rambut yang mengkilap, lembut. Kadang dicatok keriting, kadang hanya blow-out dan emphasize rambut lurus naturalku; wajah yang dipoles makeup mulai dari bibir, polesan blush-on, maskara, eyeliner; dan nggak lupa... aroma harum spicy dan floral yang tercium mulai dari tubuh dan rambutku.

Kalau aku lagi terlihat well dressed dan well groomed, banyak orang yang memperhatikanku dengan seksama. Mulai dari dipermudah melalukan segala urusan, mereka berperilaku sopan dan santun kepadaku, ditawari bangku kosong, dibawakan barang, aku nggak harus jalan jauh, orang-orang yang menawariku bantuan duluan, diajak kenalan, diberikan diskon, diberikan bonus, dibukakan pintu, pokoknya... being treated like a true lady even from the ladies themselves, and I realize how feminism is actually a strong part of being a woman (jeleknya, kadang suka ditawar sama om-om juga 🥲 untung mama dan papa raised me right, jadi suka telat sadar kalau habis dimodusin sama om-om. Nggak berbakat jadi sugar baby, walaupun terkadang mau jadi sugar baby karena aku capek kerja 🥲).

Benar kata pepatah, being gorgeous eases your life a little bit.

Long story short, when I started to use make-up, I always chose coral-orange shade karena aku merasa cocok banget pakai warna itu. (Tapi 2-3 tahun terakhir, aku hanya beli shade warna pink, merah, karena merasakan mau coba ganti warna baru)

Bibirku sudah pink kemerahan alami sejak aku kecil hingga sekarang, dan aku benar-benar menyukai bibirku sendiri yang terlihat sehat, berbentuk sedikit tipis di bibir bagian atas. Nah, warna coral-orange ini makin emphasize bibirku dan wajahku.

Hari ini aku lagi di kantor, pakai baju hitam, celana coklat muda, sepatu flat hitam, dan rambut panjang kecoklatanku dibiarkan tergerai begitu saja... damn, so halus dan wangi~ bibirku lagi aku poles lipbalm LIP MONSTER Shade 02 Pink Banana dan lipstik REVLON Super Lustrous Lipstick Shade 005 Fiery Sunset.

Oh, how I feel simply chic elegant today~

(But then I realize, baju hitam ini adalah the exact shirt ketika aku dimodusin om-om di kafe once when I wfc around Sarinah 😭 I just don't understand men's brain, ya. Ini baju tertutup, I'm feeling like a true budak korporat, but still... diajak kenalan om-om. Orangnya sopan dan ganteng sebenarnya, nggak ajak aneh-aneh juga, cuma ngajak ngobrol random aja) 

(Close-up photo of myself)

(How I look today)

(Lipbalm & Lipstick that I use today)

Salam manja cantik, centil, genit dengan kecupan bibir warna orange yang akan menempel di kulit,
Nita

Comments

Popular posts from this blog

Keputusan Besar

Just like that. We finally decided that we'll go on our own way. :) Lega. Campur aduk. Deg-degan. Nggak ada perasaan sedih ataupun marah. Tapi, aku memang penasaran.. apakah aku dan pasanganku bisa memulai hidup sendiri tanpa kehadiran satu sama lain? Pasanganku saat ini memang banyak membawa pelajaran hidup. Dia membuatku menjadi lebih melihat dunia, lebih luwes, lebih santai, bisa tertawa daripada pusing memikirkan berbagai hal, dan bisa beristirahat sejenak. Sifat negatifnya pun banyak sekali, yang melatar belakangi aku memikirkan kembali hubungan ini. Rasanya, sudah cukup kami mendapatkan pelajaran masing-masing. Kami sama-sama mengakui, kami tidak bisa melihat masa depan kami secara bersama. Kami saat ini hanya menjalani rutinitas yang sudah terbiasa karena terbentuk bertahun-tahun. Kedua anak kami layak mendapatkan cinta yang utuh sebagai keluarga, namun kami tau kami tidak akan bisa memberikannya jika tetap bersama. Kami sama-sama berhak mendapatkan cinta yang utuh, hati yan...

Hey, Stranger

The first time I met you, I was paralyzed by your charm. Hypnotized and feeling warm. Then sat beside you, didn't know who you were. We were stranger back then. Your dazzling eyes knocked me down, that you did. I didn't even know what was it. It was something new for me to feel. You were always there whenever and wherever I was. Though it was just in a mind of mine. Hey, stranger, what have you done? Months passed earlier than I thought. Weird... cause God brought you to my life. Ten hours a day though I felt it wasn't enough. Everyday was like a real fairy tale, that it was. Hey, stranger, did you even remember how we were here? The first time I met you, I knew what kind of person you were. Cold hearted with guts, that you were. This feeling was true and pure. I was right because I got hurt. But I'd stay not retreat. Autumn and winter had passed. Left us with spring and new hopes. Hey, stranger, didn't you see that?

Mama ❤️

"You have to keep going with him. Think about your children," they said. "You were the victim of a broken home child. Don't let it happen to your kids," they said. Meanwhile, my mama: "Nita,⁩ gimana kabarnya semua..? Mama akan laporkan KDRT klu dia tidak bisa menepati janjinya ke mama utk menjaga baik² Nita, Hagia, Melodie. Nita hrs lawan KDRT ya, dan selalu lindungi dg penuh kasih sayang Hagia dan Melodie ya sayaang.. 😇🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖" Like, she always texts me like that. She said I need to leave him as soon as he hit me or my children. I think it's already in her instinct. I don't tell my mama that we fight, hit each other, and I have bruises because of him. She would kill him. Although I'm already a mother, I'm still her daughter. When I find a better man, who loves me deeply, who's soft and kind, she will let her guard down because she knows I'll be in the right hand. I realize now, I love my life so much. And, I won't...

untitled

I think my boss is right. I forgot to taking care of myself. I can't balancing my life as a mother, an employee, and a person. I'm overwhelmed. I'm tired. I'm exhausted It's time for me to take a rest. I will keep going, but, first, I need to put myself together again. Terbentur, terbentur, terbentur... terbentuk.

Sampul Buku dan Lembarannya

Boleh nggak saya memohon satu hal? Cukup sederhana. Kebanyakan dari kalian hanya memandang sampul sebuah buku. Jika sampul itu berupa kulit, kalian akan langsung mengambilnya. Kalau buku itu hanyalah buku usang, entah siapa yang akan mengambilnya. Disini bukan tentang menilai buku dari sampulnya. Tapi tentang siapa yang akan mengambil buku itu. Munafik memang, kalau kita mengaku tidak melihat orang dari penampilan. Tapi entah kenapa saya letih dengan semua itu. Letih dengan tipuan paling sederhana. Saya ingin kalian tetap menatap saya dalam keadaan terburuk, terjelek. Bukan dalam keadaan sebaliknya. Apa terkesan saya sombong? Tidak, bukan itu maksudnya. Saya hanya ingin kalian membuka buku itu setelah melihat sampulnya. Saya bukan buku bersampul kulit. Saya hanya buku biasa. Lembarannya putih, polos, tanpa coretan. Saya butuh kalian yang dapat mengisi lembaran-lembaran ini, bukan hanya menggeletakkan buku ini ke lemari hingga usang.