Skip to main content

Hagia yang Bahagia dan Membuatku Bahagia

Showcase baletnya Gia

❤️🤗🩷

Cantik banget Gia 🤗

Mini Nita

Nita versi lite

Gia makan es krim di Kintamani yang dingin, cause why not?

Aku ketidur karena capek abis kerja shift, pas bangun malah liat Gia makan oreoku sampai habis sebungkus 🥲 pertama kali Gia makan oreo 🥲

Selalu bawa Gia kemanapun aku pergi

Tummy time sambil ciumin Gia

Kloningan Nita

Bonekaku

Hagia dan Melodie

Mini Nita 2.0, mini Nita 3.0

Nita dan Melodie

Nita dewasa, Nita bayi


Nita dewasa, Nita bocah

***

I taught my kids (Hagia dan Melodie) about feelings. Happy, sad, confuse, angry, shy, etc.

I told them,

"You can cry when you're sad. But, you don't need to howl otherwise your chest and tummy will get hurt."

"You can be angry with me or anyone else, but you can't hit other people unless you got hit first. If people hit you first, hit them back. It's your defense. But, you can't never ever start to hit first.

You can be angry, but you don't need to scream out loud, otherwise you'll drain your energy."

I always told them that it's okay to cry, to laugh, and the other emotions that come from our feelings. It's normal, it's the art of being a human.

Sometimes, my little girl struggles with her big feelings and emotions.

It's normal for every toddler to explode, but it's my duty to calm them down and not to explode back.

I am her safe place, and I am always ready to soothe her, to hug her, to kiss her, to protect her.

She understands it and she trusts me that I will never ever leave her.

I am a great Mom and I raise great kids, because, how can a 3-4 yo girl can say things like these?

"Mama, jangan marah, ya..."

"Mama, jangan marah. Papa, jangan marah," kata dia yang dulu selalu memperhatikan interaksi kedua orang tuanya. Salahku sebagai orang tua karena membuat anak sekecil ini harus melihat pertengkaran.

"Mama pukul papanya. Papa ganggu Gia," protesnya dulu ketika ayahnya tidak mampu menahan emosi.

"Jangan ganggu Gia, ya..."

"Mama, ayo maaf minta," kata dia, yang sebenarnya bermaksud mengatakan, 'ayo minta maaf.'

"Gia takut kalau mama marah, nanti hati Gia sakit."

"Hati Gia sakit, lho, ma..."

"Mamanya nangis... mama sedih ya? It's ok, mama..." kata dia sambil memelukku dan menciumku.

"Sabar, ya, mama..."

"Mama pinter..."

"Ayo, ma.. tarik napas, hembuskan.. iya, gitu, biar tenang, ya, mama..."

"Mama hebat ya, ma..."

"Mama kuat, yaaa, Ma."

"Ayo kita doa dulu, ma... bismillahirrahmanirrahiim..."

"Aku mau ikut mama shalat."

"I love you, mama."

***

Terima kasih sudah hadir di hidupku,

Prajna Hagia Emmanuella G.

Prudence Tsamara Melodie G.

Too many more hugs, kisses, and eskimo kisses.

***

Aku ternyata berhasil membesarkan Hagia jadi anak yang pengasih, penyayang, sopan, dan santun.

Karena Hagia, aku tau aku mampu membesarkan Melodie dengan kasih sayang yang sama besarnya. Dengan Hagia, aku tau Melodie akan disayang juga dengan segenap jiwa.

Aku berharap, aku bisa mempunyai anak lagi dari pria yang benar-benar menjaga, menerima, mengayomi, mencintaiku dan anak-anakku.

Comments

Popular posts from this blog

(Different) Twins

Dear Nadia, I never thought that I can befriend with you. It's nice having a good friend, a dear good friend, that's an introvert version of my self. You're the INTP and I'm the ENTP, so I'm feeling like you know me better than anyone else. As I said earlier to you, maybe we're like twins. It's just the one tiny different that makes us different, and I'm glad with it. Honestly, before I met or knew you, I thought you're an arrogant and selfish woman because you look soooooo quite and you're classy (SERIOUSLY), LOL. Even before our introduction, I always love your sense of fashion... Your sense of fashion is a little bit similar to me. And once again, I think we're twins from different womb, lol. But then things changed and we met. It was a little bit awkward at first but I still remember how we think about the same thing at the same time, and before I knew you're an INTP, I had this feeling that you're like me, something about you r...
((relapse)) Kalo diinget, gue nggak pernah nangisin ini cowo, atau biarin emosi gue luber. Mungkin itu alasannya gue susah move on, ya? Gue kebanyakan menekan emosi gue selama ini, memilih diam, menghilang. Tapi tanggal 27 Agustus 2026 kemarin, tau-tau gue menangis. Bukan yang histeris hingga sesak napas, tapi air matanya keluar begitu aja tanpa henti. Mungkin akan ada kambuh berikutnya. Tapi gue jadi semakin yakin lagi dengan kapasitas diri gue ketika mencintai. Kalo gue bisa mencintai orang lain sedalam itu, maka gue tau, gue juga berhak dicintai orang lain sedalam itu dan gue tau orang itu akan selalu mengusahakan gue sesederhana karena takut kehilangan gue.

OHANA

Haiiiii! This time, I'm too excited to tell you about my OHANA a.k.a Family. Seperti yang kalian udah baca di postingan pertama gue, Sisterhood Last Forever, kalian tahu kalo gue itu anak bontot, anak yang paling kecil, anak bungsu. Di post itu gue udah menceritakan tentang Mba Tita dan Mba Andes. Tapi... rasanya ngga lengkap kalo hanya mereka yang diceritakan. Left - Right: Mba Andes, Mama, Me, Mba Tita di suatu acara pada tahun 2011 Mama gue itu rambutnya selalu aja pendek. Dulu waktu gue masih 5th rambutnya masih panjang sihh, tapi sejak itu juga rambutnya jadi pendek :p Sedangkan Mba Tita dan Mba Andes itu dulunya ngga hijabers. Rambut mereka sebelum pake jilbab itu.... Badai. Angin topan. Wuss. Tsunami. Tapi sejak selesai kuliah dan udah beberapa bulan kerja, kira-kira pas gue kelas 2 SD mereka baru pake jilbab. Gue akan seperti mereka kalo udah sukses. Hehe Left - Right: Me, Mba Andes, Eyangti, Mba Tita, Mama di Lebaran tahun 2012 Di foto yang diata...
Kita memang nggak bisa menyelamatkan orang lain kalau orang itu nggak mau diselamatkan, kan? Sebesar apapun rasa cinta gue ke dia, gue nggak akan bisa memberikan itu semua dan dia nggak akan bisa menerimanya. Karena dia tidak mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu. Gue bisa memeluk lukanya, apabila dia sudah berani memeluk lukanya sendiri. Gue bisa memberikannya cinta terbesar yang pernah dia rasakan, apabila dia sudah mampu mencintai dirinya sendiri.
Just when I about to send the message, a sudden realization come to me. Thus, I shall keep my pride. However, My heart can't lie. My brain can't lie. So, with the little prayer, I shall say... A year has passed. May you always find good things in life. Have a blast.