Skip to main content

Posts

Showing posts from 2025
If it's not a clear "yes", then it's a "no." If they choose silence instead explain it, let them. We can't read other's mind. If they choose to ignore you, then simply they don't care. If they forget it although it means a lot to you, then you know where your place to that person.

Babbling

I always remember. In the loudest silence, years of years of longing and yearning. It was a battle each year not to congratulate you, however, you were always in my prayer. Thus, I have finally lowered my ego. After years of battling, then, one afternoon, I congratulated you.  I tested you —your ego, your feeling, your tenderness. This month, I have found my answer: you did not pass the test. You did not care at all.
 Ya Allah, Tolong jauhkan aku dari rasa iri, dendam, dengki, marah, sedih, dan selalu merasa kurang. Ya Allah, Tolong mampukan aku membesarkan kedua anakku, memberikan mereka yang terbaik, menyekolahkan mereka. Ya Allah, Tolong permudahlah segala urusanku, angkatlah bebanku, ringankanlah segalanya, mampukan rezekiku dan kesehatanku. Ya Allah, Tolong ampunilah segala perbuatan maupun ucapanku, yang telah membuat hati orang lain sakit. Ya Allah, Aku hanyalah hamba-Mu, manusia kecil yang penuh dosa. Tuntunlah aku ke jalan-Mu, lindungilah setiap langkahku. Hanya kepada-Mu aku menyembah dan berserah diri.

Minggu Sendu

Hari Minggu malam hujan kelabu. Menambah kenangan dirimu dengan syahdu. Semakin malam, aku semakin rindu. Terasa sesak di dada, hingga tak sadar air mata keluar dengan sendu. Betapa aku ingin mengatakan, "aku cinta kamu." Semua ini masih sama. Dulu, sekarang, dan mungkin... selamanya. Namamu terpatri abadi di dalam hatiku.

A Dream (is a wish)

I dreamt of you last night. You appeared so perfect, nice, and handsome. I was so happy and laughed at your jokes. You smiled at me and softly talked to me. We met at noon and I felt summer breeze touched my skin perfectly. There were also our friends in my dreams, we all sat comfortably, thus we both only spent the time closer with each other. You knew I only set my eyes on you. I knew you only set your eyes on me. We were the main characters, the rest felt like extras. We were already grown ups, but somehow... it felt like we spent the noon at the canteen after we finished the class. Your smile, soft gaze, attention, and voice filled me to the fullest— you lifted me up. However, when I woke up this morning, I felt the dream was so real until a sudden realization strucked in and I felt heavy on my chest— It was only a dream. Oh, how I wish to the wishing star that you may actually standing in front of me and I could feel those smile, gaze, attention, and voice directly. I remembered C...

What a Blessed Sunday

Ternyata aku bisa mengasuh 2 anakku sendiri. Sesekali dibantu oleh mama dan kakakku, tentunya. Aku sangat bersyukur ternyata memang Tuhan membuat aku mampu dan waras dalam mengasuh Gia & Odie. Capek? Iya. Ngantuk? Banget. But this too shall pass. Tertanda, dari Nita yang baru aja selesai menyuapi Gia makan nasi dan ayam dengan tangan kanan, sambil memangku Odie dan menyusuinya dengan tangan kiri yang memegang botol susu. Odie udah muat pake baju Gia. Baru aja selesai mandi tadi pagi. Selfie bareng Odie Odie sore ini sebelum dipangku Gia udah selesai makan, Odie ga lama bobo Gia udah ngerti banget diajak foto, senengnya diajak foto Me, happy and sane!  
Aku takut menjadi korban yang menormalisasi kekerasan yang terjadi padaku, menerima segala kondisi dan perlakuan buruk terhadapku, memaafkan, kemudian kembali menjalin hubungan yang tidak sehat, dan mencintai pelaku yang menyamar menjadi penyelamatku. Ya Allah, permudahkanlah setiap urusanku, entengkanlah beban ini semua, mampukan aku untuk mampu berdiri di atas kaki sendiri untuk merawat kedua anakku. Ya Allah, jodohkan aku dengan pria yang sangat menyayangiku dan mencintaiku, hingga pria itu nggak akan pernah tega untuk menyakitiku baik secara lisan, fisik, dan mental. Pria itu akan menjadi rumahku ketika aku sudah lelah dengan dunia, dia akan mengerti seluruh kemandirianku dan ketangguhanku hanyalah topeng, dan dia akan melindungi jiwa dan ragaku yang rentan dan sensitif agar aku merasa damai dan aman.

Musim Hujan

Jakarta dan Tamgerang Selatan penuh hujan beberapa waktu terakhir ini, namanya juga menjelang akhir tahun. Banjir, macet, debu, terjebak di jalan selama 3 jam bukanlah hal baru bagi masyarakatnya. Di saat aku menulis ini pun hujan deras sedang mengguyur rumahku, dan mungkin juga seluruh area Jakarta. Namun, Dibalik itu semua... setiap tahunnya secara konsisten ada aku yang bertanya-tanya: "Aren't you afraid of the weather?" "Did you get home safely?" "Did you use TJ / motorbike / LRT / walk through the traffic and flood?" "Aren't you afraid of your health?" "Is it blur?" "Could you walk properly and confidently, without any anxiety that you may hit, stumble, or fall?" "How's your body handle it?" "Did you wear jacket?" "Did you feel cold?" "Did your bring umbrella?" "Did you get fever after that?" Aku memikirkanmu dan mempertanyakan bagaimana kamu menghadapi hujan d...

Shattered Heart since 2019 Onwards

Dulu, waktu aku lagi berantem dan putus sama mantan semasa SMA, ada cowo yang peka sama kondisiku. Dia menghampiriku yang lagi duduk menyendiri, menunduk menyembunyikan wajah karena sedang menangis, sambil mendengarkan lagu dengan earphone. Dia menarik earphone tersebut dan bilang, "Kenapa lo?" Aku jawab, "gapapa." Dia nanya, "putus lagi?" Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. "Nit, lo pernah ga tertawa karena jokes yang sama berulang kali? Nggak, kan? Jadi lo gausah nangis berulang kali karena hal yang sama." Terus dia duduk di sebelahku, menemani kesendirianku, menyampaikan humor-humor recehnya karena berusaha membuatku tertawa. *** Malam ini, aku kembali menangis lagi. Berulang kali untuk hal yang sama, disebabkan oleh orang yang kukenal sejak tahun 2019, dan ironisnya merupakan ayah dari kedua anakku. Aku berusaha janji dengan diriku sendiri untuk berhenti menangis karena dia. Namun, ternyata rasa sakitnya, merasa terhina, merasa renda...

Have a Little Faith

To the man who betrayed my sincerity since 2019 onwards, the one who oftenly yelled at me, hit me, cheating on me, giving gifts to make things work out again as if you can bribe me... this post is for you.  "It's your loss." "You're gonna miss me." "You'll regret it." No. I'm well-educated & family oriented. I'm well-spoken & soft-spoken. I dress well. I'm responsible. I love deeply. I have a pure heart. It's never my loss, I'm not gonna miss you, and I don't regret it. However, I still believe in true love, because I exist. My true love won't be you. I'll be with well-educated & family oriented man. I'll be with well-spoken & soft-spoken man. I'll be with a dress well man. I'll be with a responsible man. He'll love me deeply. He has a pure heart. I don't know where he is right now. Have I ever met him before, have we crossed path, does he already orbiting around me, or will he...

Hagia yang Bahagia dan Membuatku Bahagia

Showcase baletnya Gia ❤️🤗🩷 Cantik banget Gia 🤗 Mini Nita Nita versi lite Gia makan es krim di Kintamani yang dingin, cause why not? Aku ketidur karena capek abis kerja shift, pas bangun malah liat Gia makan oreoku sampai habis sebungkus 🥲 pertama kali Gia makan oreo 🥲 Selalu bawa Gia kemanapun aku pergi Tummy time sambil ciumin Gia Kloningan Nita Bonekaku Hagia dan Melodie Mini Nita 2.0, mini Nita 3.0 Nita dan Melodie Nita dewasa, Nita bayi Nita dewasa, Nita bocah *** I taught my kids (Hagia dan Melodie) about feelings. Happy, sad, confuse, angry, shy, etc. I told them, "You can cry when you're sad. But, you don't need to howl otherwise your chest and tummy will get hurt." "You can be angry with me or anyone else, but you can't hit other people unless you got hit first. If people hit you first, hit them back. It's your defense. But, you can't never ever start to hit first. You can be angry, but you don't need to scream out loud, otherwise you...
Apa kamu selalu percaya jika kita selalu diberikan kesempatan oleh Tuhan? Apakah aku layak diberikan kesempatan? Apakah kamu layak diberikan kesempatan? Apakah kita berani ambil resiko daripada tidak sama sekali? Apa kamu berani maju untukku? Untuk kita? Apa kamu pernah terpikirkan satu kali saja, apakah semua ini layak dicoba? Apa kamu merasakan jika kita masih berputar satu sama lain? Apa kamu pernah merasa, jika memang kamulah yang terbaik untukku dan bisa membuatku bahagia? Apa kamu tau, Tuhan selalu mengabulkan doa-doaku setiap aku menyebut namamu di ibadahku? Apa aku adalah "bagaimana jika"-mu? Sekali lagi, apa kamu tidak mau mencoba maju? Apakah kamu merindukanku seperti aku merindukanmu? Apakah yang aku rasakan adalah sosok dirimu dulu? Apakah yang aku rasakan adalah sosok dirimu sekarang? Apakah aku sangat menginginkan kita di masa ini? Apakah kamu membayangkanku dalam jangkauan tanganmu? Apakah kamu mengharapkan, walau hanya sebersit, aku terbangun di sisimu setiap ...
What's in my mind that I never talked to anyone before  vs what I told loudly: I care. I don't care anymore. I love him. I'm over him. I am not ok. I'm ok. I want him. I don't want him. I need him. I don't need him. I'm thinking of him. I forget him. He means a lot. He's just no one. He is my world. He is just a man. "I miss you." "What's up?" "Dont't go, stay." "Yeah, bye." "You're always in my mind." "Sorry, I can't remember." "I love you." "Take care." (Ps, this is not a farewell. It's just my contradiction)

A Woman Called Nadia

Andaikan Nadia adalah seorang pria, aku sepertinya akan memilih untuk menikah dengannya. Sayangnya, Nadia adalah seorang wanita, sahabatku sejak masa kuliah. Aku pernah beberapa kali menulis tentang dia dan sahabat-sahabatku yang lainnya, namun, seiring bertumbuh dewasa aku, hanya Nadia yang lebih konsisten hadir di hidupku dalam berbagai fase. Aku nggak pernah menyangka, aku bisa terus bersahabat dengan Nadia hingga selama ini, bahkan sampai pergi berlibur bersama dan menginap. Nadia adalah sahabatku, malah mungkin sudah seperti saudaraku sendiri. Senang. Sedih. Marah. Bingung. Kecewa. Takut. Khawatir. Semangat. Tertarik. Kami sama-sama selalu hadir dengan berbagai perasaan yang ada di diri kami, dengan itu kami tumbuh dan berkembang bersama. Mulai dari suka dan duka, kami terus saling mendampingi satu sama lain. Nadia tau seluruh ceritaku dan perilakuku, dan begitupun sebaliknya. Kami adalah yin-yang, jungkat-jungkit, ontang-anting yang selalu melengkapi satu sama lain. Aku nggak per...