Skip to main content

Dear Both


Who knows what will happen in the future, people said. I didn't expect this kind of friendship, and this is too good to be true. Both of you are my kind of type of friends, that I'm longing since the first step in the college.


I mean, I am hard to feel comfortable and I have trust issue (seriously, walaupun terlihat banyak cerita ini-itu, I keep so many secrets, actually), but since I know both of you... I am starting to be myself again, my whole body and spirit come to life, as I can freely laugh, sometimes we're lazy as a pig, as clever as an ant, sooo... I am really blessed. As if, we know how to be happy as long as we keep the etika and sopan santun though we mock, a lot.


Our first introduction was when we got the same PA for the semester. Unexpectedly and unplanned, we suddenily decided to be in the same class everyday. Somehow, our PDKT works out!! We surely don't have a lot of memories in 2016, we barely close, but we had the most precious memories, aren't we? Starting from the first group project that we had, then ending by having a nyeleneh talk in the group.


I have a lot of friends in the college, soooo soooo many. But, slowly, as the time goes by, only 3 people that I proudly declare as my best friends. You, you, and someone from the other class (I've wrote about it before).

Seriously, I am the kind of girl that once I trust someone, that someone will have my loyalty and sincerity. I mean, sometimes, perhaps I looked over care, too nice (people said), and being lebay about tiny details, but that's how I show my love. Perhaps, I need to change myself a little bit so you guys won't feel uncomfortable. I reaaaaally hope that both of you won't betray my trust as I am trying to keep your trust.


I don't care what anyone else will think of me when I am with both of you, because I know both of you know me better than those people. It's good to know that there are good people in the mean and cruel world. Let us find our peace, so...


Dear both, you have my back. I will try my best to always cheer you up when you're down, to be prepared for a shoulder to cry on, to make a savage revenge to the one who hurts you (I won't actually, but we need a little sarcasm here)


Thank you for being there, I really wish our friendship won't end. As long as I could make both of you happy I would be the happiest girl on earth.

I am proud,
I am happy,
I am blessed,
I am over joy,
to have both of you as my best friend.

Once again, thank you.


Let me present my first 2017 post, to you, my dear friends.

Love,
Nita

(note: maaf agak menjijijkan di malam tahun baru ini, I can't help it... and the friendship between iCarly and Hannah Montana really describe us well, lol)

photo source: google & tumblr

Comments

Popular posts from this blog

The Vortex

A year ago Or Tonight Or Tomorrow. You are still the art... To me. Knowing, Meeting, Caring, Loving, Sensing, are like a gift from God for me to feel. It ain't about what you did in return. It ain't about how long that I am here. It ain't about what you think and what I think, or what someone thinks. It is purely because you already absorb every energy that I have. You are the vortex of the most beautiful art. You regain energy from every eyes that adore you. You slowly stole it. And now it is just me in here... as dead as the corpse. Wanting to feel again, but too afraid to be absorbed... again. Lol, this is just me... babling about you.

My Journey With Dogs

Kali ini gue akan menulis tentang persahabatan antara manusia dengan binatang. Terkadang (sering kali malah), binatang itu lebih berkemanusiaan daripada manusia itu sendiri. Keluarga gue adalah pecinta binatang. Dari jaman Eyang, Om, Tante, Mama, hingga gue... kami semua pecinta binatang. Segala jenis binatang pernah kami pelihara seperti, burung hantu, angsa, burung warna-warni (nggak tau namanya apa), kucing, monyet, hamster, dan paling sering... anjing. Ya, gue adalah keluarga muslim yang memelihara anjing. Tulisan ini hanya akan gue fokuskan pada pro dan kontra muslim memelihara anjing. Bisa dikatakan, anjing adalah bagian dari kehidupan gue sejak kecil. Dulu gue punya anjing namanya Pedro, campuran chow-chow dan anjing kampung. Nggak ingat sifatnya seperti apa, tapi Mama selalu cerita kalau Pedro adalah anjing terpintar dan tersetia yang pernah kami miliki. Di salah satu ceritanya, dulu gue pernah menunggangi Pedro selayaknya dia adalah kuda. Seja...

(Sedikit) Curhat

Alhamdulillah, 2017 is soon to be over! Rasanya bersyukur dan senang banget ternyata mayoritas Resolusi 2017 yang ditulis di akhir tahun 2016 kemarin sudah jadi kenyataan. Kehidupan perkuliahan itu sulit, serius. Apapun jurusan kamu, semua ada ups and downs nya. Gue yang sudah hampir menjadi mahasiswa angkatan tua, ngerasain banget jenuh-jenuhnya. Kasarnya, kalau bisa nikah sama pengusaha kaya raya mending langsung nikah, deh. Tapi... hidup itu nggak sepenuhnya kaya drama Korea. Let it flow, nikmati saja arusnya. Gue yang sekarang di semester 5, semakin mendengar desas-desus tentang diri gue sendiri di kampus. "Cuma modal muka", "dia nggak pinter, cuma dia deketin dosen biar nilai bagus", "gue gasuka sama Nita", dan tetek-bengek lainnya. Normal, namanya hidup itu penuh pro dan kontra. Sebenarnya gue sudah mendengar ini sejak gue di semester 1, sih, tapi makin ke sini semakin kelihatan siapa saja orang-orangnya. Bahkan, beberapa orang sudah membuat gue k...

Dear You, 2020

Halo, apa kabar? Mengapa kamu menjauh?  Saya salah apa? Apakah saya membuatmu risih? Apakah kamu membenci saya? Kamu terasa sangat jauh sekarang, tanpa aku bisa raih. Kita memang tidak saling menggenggam, namun aku tahu kita saling merasa. Ingin sekali saya bertanya berbagai hal kepadamu, termasuk pertanyaan-pertanyaan tadi. Saya harap kamu baik-baik saja, hidup dengan bahagia. Apakah mungkin, kamu seperti itu karena merasa kehilangan diri saya? Apakah mungkin, kamu sebenarnya memahami diri saya yang sesungguhnya, namun merasa saya mulai berubah? Apakah mungkin, kamu merasa asing dengan diri saya yang sekarang? Jika memang demikian, saya mulai menyadari sudah betapa jauhnya saya tersesat. Saya pun merasa asing dengan diri sendiri. Rasanya saya sudah melangkah jauh, dan saya takut sudah terlalu terlambat untuk kembali. Kamu menyadari perubahan saya sejak lama, dan kamu merasa asing dengan diri saya. Saya ingin meminta maaf, jika diizinkan. Saya ingin kembali berada di hidup kamu, ji...

Bagi Bumi, Kamu, Aku, dan Kita

STOP GLOBAL WARMING AND DON'T LET THE MOTHER EARTH DOWN. Easy to say but hard to do. Banyak dari kita yang hanya berkata-kata tanpa langsung mempraktikannya, bukan? Contohnya, seberapa sering kita berbelanja pakai kantung plastik? Seberapa banyak dari kita yang membawa kantung belanja sendiri karena sadar akan limbah kantung yang sulit terurai? Bukan hanya semata-mata tidak mau mengeluarkan Rp 200,- untuk sebuah kantung plastik, ya. Contoh kedua, apakah kita cukup kritis untuk langsung membuang sampah di tempat sampah jika kita sedang berada di tempat umum? Atau malah membiarkannya begitu saja karena pikiran kita mengatakan, " ah, nanti juga ada yang beresin ." Banyak tempat umum dengan himbauan untuk langsung membuang sampah di tempat sampah tetapi mayoritas orang mengabaikannya. Memang pada akhirnya sampah kita akan dibereskan, tetapi apakah itu mampu mendisiplinkan diri kita sendiri? Tidak. Ketiga, seberapa banyak dari kita yang mengerti perbedaan sampah organik,...