Skip to main content

Ordinary Girlish Things

I have this kind of enthusiasm whenever December is coming. Well, what can I say? The facf, December is the last month of the year, the closing month, that full of discounts (girls are girls), family gathering, winter (not in Indonesia but, I love snow!), preparing for NYE, and... my birthday. Lol.


It's so egocentric, I know, hehehehe.

I'm trying to be as stable as possible, to keep healthy inside and outside, to keep my emotion happy as long as it can be.

As a young woman, I must admit that I am naive. Just like my favorite song from The Sound of Music called, Sixteen Going On Seventeen. (I mentioned about this song on my old posts)

When I was sixteen, I used to sing this song everytime I had a chance! But as I grow up (not that grow up, it's only for 2 years, lol), this song keeps repeating in my mind over and over and over and over and over again.

But I guess, I realized it just now, the song represents my Eighteen going on Nineteen so well, rather than my Sixteen Going on Seventeen.


Every lyrics fits me...


One of my friend, Nanda, told me that I need to calm my self down. To keep being a girl, katanya hati-hati kalau cowok akan pada minder.

Her words hit me. To the core of my heart.

So, do I really need to limited my self and my gifts?

I am not that kind of girl.

I am a little bit like Margaret Thatcher, Audrey Hepburn, Julie Andrews, and Oprah Winfrey all in one body. I believe in gender equality.

She made me realized that I don't need a man, because I actually...


And yes, I am afraid and unprepared to face a world of men. I  would like to love someone, and I would like to be loved back... But, am I ready?


...I need someone older and wiser telling me what to do...
It's easy to be said and to be sung, but do I really need a man? Am I prepared enough to give my heart and soul to someone? Does he worth to own it? And, could he really be older and wiser?

But at least,
I know how to be blessed. I am happy. And I am excited.


So...
Heart don't fail me now, courage don't desert me.

Comments

  1. The truth is, the right guy won't minder of himself but rather, simply proud of you and proud to be by your side xx

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

AFS Frequently Asked.

Where and when can I apply? Every student who is in 10th grade during the application period can apply for the departure in the following year. You apply by using our online application system. What and how much should I write about me in the application? You will provide the most accurate information about yourself. The information you write will be used in the selection process in chapter and national levels. I am not living in Java and the next chapter is far. Do I have to pay the travel costs to the selection location myself? During the chapter selection stages, domestic travel expenses will be your responsibility. Departure in March or August – advantages and disadvantages? Departure time depends on when the academic year starts in the hosting country. Both departure time will give you chance to experience a whole academic year from the beginning to the end, and hopefully will give you a “full” experience as a high school student abroad. What happens at th...

Intermezzo: Naif atau Bodoh?

Andai dunia itu nggak sesulit yang kita rasakan, ya. Dunia itu nggak baik bukan karena 'dunia' itu sendiri kan? Tapi karena manusianya. Dunia menjadi kejam karena ulah mereka yang tidak bertanggung jawab. Orang-orang yang mengenal saya mengatakan jika ada batas tipis antara naif dan bodoh di dalam diri saya. Terlalu lugu untuk melihat ini semua, tetapi sebenarnya bodoh karena tidak mengerti apa-apa. Saya bersyukur, karena saya dikelilingi oleh orang-orang yang melindungi saya agar tetap menjadi diri saya yang sekarang. Maksudnya, seperti bunga lotus yang tidak akan pernah kotor walaupun hidup di kolam berlumpur. Mereka, teman-teman saya, tetap menjaga saya seperti itu. Namun, ada kalanya saya harus sendiri. Pertemanan itu nggak harus selalu bersama-sama, cukup sirat hati yang menyatukan ikatan pertemanan. Nah, ketika saya sendiri itu lah saya merasa... bodoh. Maksudnya, saya sering melakukan kecerobohan. Mungkin, apa karena saya terlalu dilindungi mereka? "Dia itu adala...

(Sedikit) Curhat (part II: SMP lyfe)

Sudah hampir 10 tahun berlalu sejak pertama kali gue masuk ke jenjang SMP. Nggak terasa, sekarang rasanya usia gue tergolong tua. Kata orang-orang, masa indah itu terjadi di SMA. Namun bagi gue, justru masa SMP adalah masa terindah yang pernah gue alami. Persahabatan, bandel, cinta monyet ala-ala, semuanya terjadi saat gue mengenakan pakaian putih-biru. Bahkan, sahabat gue memang semuanya berada di SMP ini. So here we go. SMP Negeri 11 Jakarta adalah tempat gue menimba ilmu. Sekolah ini terletak di Jalan Kerinci, Kebayoran Baru. Bersebrangan dengan SMP Negeri 19 Jakarta, dan bersebalahan dengan SMP Negeri 29 Jakarta. Dekat dengan Taman Puring, polsek, dan Pasar Mayestik. Walau sudah bertahun-tahun berlalu, masih teringat jelas bagaimana macetnya jalan Bumi setiap jam bubar sekolah, pangkalan bajaj di pojok sekolah, jajanan di depan gerbang, mie ayam Masno yang selalu penuh, anak sekolahan yang nongkrong, dan gue yang setiap hari diantar-jemput oleh tukang ojeg langganan, Pak Parno. ...

Anak-anak, Muda, Tua, Dewasa

Kadang, ingin rasanya tinggal di Neverland. Menjadi anak-anak bersama Peterpan, Wendy, dan The Lost Boys. Hidup tanpa beban dan tanggung jawab yang dipikul. Iya, menjadi anak-anak itu memang menyenangkan. Keluguan yang selalu menampilkan wajah ceria, tidak mengerti tentang masalah percintaan, keluarga, pekerjaan, ataupun pertemanan. Seiring bertambahnya usia dan berkembangnya pikiran, perlahan keluguan itu mulai menghilang. Sepertinya, semuanya dimulai saat masa pubertas. Ketika anak-anak perlahan berubah menjadi dewasa yaitu, manusia sesungguhnya. Makhluk yang katanya harus hidup bersosial, tapi ternyata malah menjadi individual. Maksudnya di sini adalah, mencari berbagai macam cara untuk kepentingan pribadinya sendiri. Rela menyikut kawan dan mengubahnya menjadi lawan. Rela membunuh demi mendapatkan pengakuan, harta, ataupun jabatan. Sebaik-baiknya seseorang, dia tetaplah manusia yang melakukan dosa. Kenyataannya, toh manusia itu memang kejam. Bahkan si penulis yang sedang menulis i...

Peace. Love.

Hallo, Sudah lama sekali sejak menulis blog ini. Salah satu alasannya adalah karena tidak ada inspirasi yang terlintas di benak saya, sehingga blog ini tidak dijadikan prioritas utama. Seperti yang pernah saya tulis, saya didiagnosis dengan penyakit yang lifetime , artinya tidak dapat disembuhkan namun dapat diminimalisir kambuhnya, tergantung dengan gaya hidup saya. Akhir-akhir ini saya merasa penyakit ini mulai kambuh lagi. Gejalanya seperti, tremor yang tadinya hilang, mulai muncul kembali. Lalu, badan yang sangat lemas ditambah debaran jantung di atas rata-rata, benar-benar seperti habis lari marathon. Baru saja semalam dan tadi, saya menghabiskan belasan jam tersendiri untuk tidur. Rasa gelisah dan cemas juga kembali muncul, merasa takut jika apa yang saya rencanakan tidak terjadi; letih karena tekanan yang saya rasakan di rumah, dan tuntutan beberapa orang, berharap agar saya selalu tampil sempurna; dan mulai kembali memikirkan omongan orang-orang di belakang saya. Saya cende...