Skip to main content

Hasil Kontemplasi Fenomena Blue Moon


Pada tanggal 31 Mei 2026 kemarin, ada fenomena alam bernama blue moon. Bukan, warna bulannya bukan biru. Warnanya sama seperti yang kita lihat, bulat utuh, selayaknya bulan purnama. Namun, bulan purnama yang terjadi kedua kalinya di satu bulan. Pertengahan Mei lalu memang juga ada bulan purnama soalnya.

Banyak yang mengatakan, fase bulan purnama adalah waktu yang tepat untuk meditasi, berdoa, membersihkan diri, dan merenung. Tujuannya supaya bisa mengerti bahasa jiwa sendiri — melepaskan apa yang sudah tidak selaras, atau justru mendapatkan kejelasan tentang perasaan diri sendiri yang mungkin selama ini disembunyikan, mencapai ketenangan batin.

Akhir-akhir ini, hati ini memang terasa gundah. Bahkan, momen relapse tahunan yang biasanya hilang, kini justru semakin menjadi. Aku sudah mencoba menumpahkannya melalui tulisan di blog, mendengarkan playlist khusus, berdoa, konsultasi ke psikolog, dan bahkan mencoba jasa baca tarot... lagi. Aku seperti anak ayam yang kehilangan induk, merasa tersesat, sesak, lelah untuk berpura-pura baik-baik saja. Ironisnya, aku masih bisa terus berfungsi normal, bekerja sambil mengasuh kedua anakku. Walaupun pada akhirnya, aku masuk ke UGD 3 hari yang lalu. Hehe.

Setelah fase bulan purnama lewat, apa ini jawaban kejelasan akan perasaanku sendiri?

Aku ternyata masih terus mencintainya.

Dalam bising dan bisunya, hadir dan absennya, cahaya dan bayangnya, gelap dan terangnya.

Aku tidak dalam tahap meratapi nasib atau menangisinya, walaupun rasanya hatiku terasa sepi dan datar.

Kali ini, aku akan menuliskan banyak terima kasih kepadamu, karena aku pikir kamu pantas mendapatkannya. Jika kamu membaca ini suatu hari nanti, jadikan tulisan-tulisanku tentangmu sebagai ego boost setiap kali kamu merasa sedih, kesepian, rendah diri, dan butuh penyemangat.

Karena, banyak sekali aksimu yang berbanding terbalik dengan ucapanmu itu.

1. Terima kasih, untuk hadiah jam tangan yang diberikan untukku, di mana akhirnya kamu mau checkout hadiahku, walaupun awalnya kamu menyuruhku yang checkout dan kamu hanya tinggal bayar. Berkat itu, kamu jadi bisa membungkus kado ulang tahunku di dalam kotak yang bagus, diberikan kartu ucapan, seperti yang aku inginkan. Awalnya, kamu memang bilang aku ribet, namun aku nggak menyangka pada akhirnya kamu beneran membungkus kadoku seperti yang aku mau. Kamu pun berkata, "gue harus jalan kaki loh ke Gramedia untuk beli kotak ini sama kartu ucapannya."


Sekarang tahun 2026, namun kotak kado dan kartu ucapan itu masih aku simpan sampai sekarang. Saat aku sedang di luar kota dan rumahku banjir pada tahun 2020, hal pertama yang aku ingat untuk dievakuasi adalah kotak dan kartu tersebut. Setiap aku sedih karena hal apapun, aku selalu menatap kotak dan kartu ucapan tersebut hingga sekarang, dan hanya dengan menatapnya aku kembali senang. Aku selalu ingat ucapanmu yang butuh pergi jalan kaki ke Gramedia hanya untuk membeli kotak itu, jadi mana mungkin kotak itu aku buang begitu saja? Ditambah, waktu itu, kita hampir selalu bersama, jadi aku merasa terkejut dan senang sekali, kamu tanpa sepengetahuanku bisa membelinya.

Aku ingat juga, kamu memberikan kado jam weker untuk teman kita yang lahirnya di bulan yang sama denganku, kamu yang menyuruhku checkout dan dikirim ke rumahku, lalu berikan ke kamu. Jam itu kemudian kamu bungkus ala kadarnya pakai bungkus kertas putih.

Aku ingat, kamu juga memintaku untuk memilihkan kado untuk adik perempuanmu yang lahirnya juga di bulan yang sama denganku.

Kamu yang nggak suka ribet, ternyata kamu mendengarkanku, saranku, kritikku, permintaanku, dan menuruti keribetan dan kerewelanku.

2. Terima kasih untuk menuruti kerewelanku dan semua oleh-oleh yang kamu belikan. Aku tau kamu hanya membelikanku saat itu, seperti yang kamu bilang ketika tiba-tiba saja kamu meletakkan gelang di atas mejaku saat kelas berakhir, dan mengatakan, "Nih, gue cuma bawain buat lo. Jangan ketauan, gue gaenak sama yang lain, nggak ada yang gue beliin soalnya."

Untuk gelang manik-manik dari Kalimantan, yang selalu membuatku teringat akan kamu setiap melihat gelang tersebut. Untuk sekotak besar wingko babat, dan juga hal lainnya.

Mendengar Kalimantan, Semarang, gelang manik, wingko babat, sumpia udang, semuanya mengingatkanku akan kamu sampai sekarang.

3. Terima kasih sudah selalu memakai gelang-gelang buatanku yang kamu sukai itu. Bahkan, kamu mendapatkan keuntungan karena aku membiarkanmu memilih warna-warnanya sendiri. Setiap kamu merasa mau gelang baru, kamu mau dibuatkan aku. Yang paling aku ingat, kamu meminta dibuatkan gelang warna merah marun dan hitam, namun aku bilang jika warnanya akan terlihat mati. Akupun menyarankan untuk ditambahkan warna abu, lalu kamu menurut.

Aku terkadang penasaran, apa kamu masih menyimpan gelang-gelang buatanku? Karena jujur saja, butuh ketekunan beberapa hari untuk bisa jadi 1 gelang yang kamu pakai.

4. Terima kasih sudah memakai casing hp lamamu yang aku perbaharui dengan lukisan bulanku.

5. Terima kasih sudah memujiku untuk kado buku jurnal yang aku buat sendiri untuk kamu. "Ini bagus banget," katamu waktu menerima jurnal yang aku gambar sendiri isinya.

6. Terima kasih sudah main ke rumahku, bertemu ibuku, shalat berjamaah di rumahku, buka puasa bersama di rumahku, mau aku ajak bepergian ke museum, cabut kuliah, hingga ke beberapa mall yang jaraknya lumayan jauh.

Aku tau, butuh pengorbanan besar untuk kamu bisa hadir dengan kondisimu itu. Aku sangat senang setiap meningat kenangan tersebut. Semoga hadirku kala itu, bisa menghiburmu.

7. Terima kasih sudah mau bercerita tentang dirimu, ibumu, masa lalumu.

8. Terima kasih sudah memahamiku, meniadakan egomu untuk meminta maaf kepadaku hanya karena kamu bisa membaca lirikanku sekilas. Aku tidak perlu repot menyampaikan ucapanku dengan lantang, karena kamu memahami bahasa hatiku.

9. Terima kasih karena kamu bukan hanya melihat sisi cerdas dan menawannya diriku, namun kamu juga tertawa melihat sisi konyolku yang suka melompat kegirangan saat senang, meledekku dengan sisi lemotku, mengakui kalau aku memang "cantik tapi pongo," merekamku diam-diam dengan kelakuanku yang nggak jelas, mempercayakan saling bertukar hp beberapa kali hingga di momen kamu memakai akun Path-ku.

Terima kasih karenamu, aku jadi lebih bisa mencintai diriku sendiri, bisa sesukses sekarang, selalu berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diriku.

Karena, aku merasa aku harus layak denganmu, supaya kamu bisa merasakan "gila gue keren banget." Kamu pasti merasa tersanjung kan, ada cewe cantik, pintar, keren sepertiku yang cinta sama kamu? Aku tau, aku adalah ego boost-mu, membawa pride tertinggi bagimu. Hahahahaha.

9. Terima kasih karena kamu, aku jadi belajar cinta yang sesungguhnya — memberi tanpa ada ekspektasi diberi (walaupun kamu tetap banyak memberi juga untukku).

10. Terima kasih untuk pengingatnya biar aku tidak perlu merasa sedih akan masa laluku.

Mengenalmu, aku pun ingin bisa memberikan mataku untukmu. Namun sayang, aku hanya bisa mendonorkan korneaku, bukan retina.

POKOKNYA:

BANYAK BANGET JUJUR LIST TERIMA KASIHNYA, karena kita udah kenal LAMA BANGET.

Semoga aku dan tulisan-tulisanku tentangmu, dapat menjadi cahaya bagimu, sebagaimana kamu selalu menjadi cahayaku.

PS:

I know that you probably take me for granted, and your feeling bloomed toward me deeply even without you realized when it started. You may denied it at first but now I know that you passed that denial phase. Now you do not suppress it anymore, at least to your own heart.

I know that you regret when you pulled away from me, and you feel so empty when I chose to pulling myself away from you too, and I made you broken hearted. Because, it also hurt me.

I erase myself from your life peacefully, creating absence between us, because I thought it was for the best. Ironically, your absence leave a big hole and a scar in my heart, both filled with happy and sad memories. Weirdly, I can not erase you at all, and I can not hate you. Instead, my feeling grows bigger over the time.

I was too naive to realize that your actions speak louder than your words. You may always say to me that we were only friend, don't get your hopes too high - which I did, but, as an adult... I realize that your actions scream "I love you" behind those "friend status." I know I was important to you, because you always agreed with my idea, showing up suddenly at my house, mall hopping, etc.

Our feelings were always mutual, forever and always.

Xoxo,

Nita

Comments

Popular posts from this blog

Pancasila, Nasionalisme, dan Eyangkung

Mungkin Eyangkung (Eyang Kakung, Kakek dalam bahasa Jawa) benci disebut-sebut sebagai pahlawan. Tapi, memang kenyataannya begitu. Tidak akan ada Indonesia tanpa Eyangkung dan para pahlawan yang lain. Eyangkung saya bernama Eyang TK, beliau lahir di Solo pada 17 Agustus 1919. Eyangkung bersekolah di Neutrale H. I. S Solo dan beliau berprestasi di sekolahnya. Karena prestasi itulah beliau dibebaskan dari les persiapab masuk M. U. L. O. dan pada akhirnya beliau berhasil masuk tanpa melalui tes ujian masuk. Sebagai cucu kesekian, saya sangat bangga mempunyai sosok Eyangkung. Karena beliau, saya selalu bersumpah akan membawa nama baik keluarga. Saya nggak mau menjelekkan nama baik keluarga besar, saya nggak mau dibilang, "cucu pahlawan kok seperti itu?" (Walaupun saya ini memang tergolong bandel sih, cuma bandelnya masih sebatas wajar). Walaupun beliau wafat setahun sebelum saya lahir, banyak cerita yang sudah saya dengar maupun foto-foto beliau yang saya lihat.  Dari yan...

AFS Frequently Asked.

Where and when can I apply? Every student who is in 10th grade during the application period can apply for the departure in the following year. You apply by using our online application system. What and how much should I write about me in the application? You will provide the most accurate information about yourself. The information you write will be used in the selection process in chapter and national levels. I am not living in Java and the next chapter is far. Do I have to pay the travel costs to the selection location myself? During the chapter selection stages, domestic travel expenses will be your responsibility. Departure in March or August – advantages and disadvantages? Departure time depends on when the academic year starts in the hosting country. Both departure time will give you chance to experience a whole academic year from the beginning to the end, and hopefully will give you a “full” experience as a high school student abroad. What happens at th...

Sampul Buku dan Lembarannya

Boleh nggak saya memohon satu hal? Cukup sederhana. Kebanyakan dari kalian hanya memandang sampul sebuah buku. Jika sampul itu berupa kulit, kalian akan langsung mengambilnya. Kalau buku itu hanyalah buku usang, entah siapa yang akan mengambilnya. Disini bukan tentang menilai buku dari sampulnya. Tapi tentang siapa yang akan mengambil buku itu. Munafik memang, kalau kita mengaku tidak melihat orang dari penampilan. Tapi entah kenapa saya letih dengan semua itu. Letih dengan tipuan paling sederhana. Saya ingin kalian tetap menatap saya dalam keadaan terburuk, terjelek. Bukan dalam keadaan sebaliknya. Apa terkesan saya sombong? Tidak, bukan itu maksudnya. Saya hanya ingin kalian membuka buku itu setelah melihat sampulnya. Saya bukan buku bersampul kulit. Saya hanya buku biasa. Lembarannya putih, polos, tanpa coretan. Saya butuh kalian yang dapat mengisi lembaran-lembaran ini, bukan hanya menggeletakkan buku ini ke lemari hingga usang.

A Battle Throughout The Years

I met him somewhere in the last few months in 2019. He has a cute smile, taller than me, long straight hair, with tattoos on his hand. He was different from my ideal man. I thought he loved me, but I realize now, it was actually a love bombing. I learned to love him each year, but I realize now, I was only fooling myself and keep on pretending. -2019- December. It was my birth month, but instead of getting me a surprise, he yelled at me and cursed me. I cried. I told him, "this is my first time in my birthday that I cry. You made me cry in my birthday. You didn't give me present, you didn't congratulate me. You made me cry. Men congratulated me, gave me presents, and flowers. You brought me tears." Then, there was another time when he actually mad at me because I couldn't come to his house after office hour. I was so tired, I needed to commute with train and ojek to got to my office. I said sorry to him, but, he cursed me again. I called my cousin who stayed in Ba...

(Sedikit) Curhat

Alhamdulillah, 2017 is soon to be over! Rasanya bersyukur dan senang banget ternyata mayoritas Resolusi 2017 yang ditulis di akhir tahun 2016 kemarin sudah jadi kenyataan. Kehidupan perkuliahan itu sulit, serius. Apapun jurusan kamu, semua ada ups and downs nya. Gue yang sudah hampir menjadi mahasiswa angkatan tua, ngerasain banget jenuh-jenuhnya. Kasarnya, kalau bisa nikah sama pengusaha kaya raya mending langsung nikah, deh. Tapi... hidup itu nggak sepenuhnya kaya drama Korea. Let it flow, nikmati saja arusnya. Gue yang sekarang di semester 5, semakin mendengar desas-desus tentang diri gue sendiri di kampus. "Cuma modal muka", "dia nggak pinter, cuma dia deketin dosen biar nilai bagus", "gue gasuka sama Nita", dan tetek-bengek lainnya. Normal, namanya hidup itu penuh pro dan kontra. Sebenarnya gue sudah mendengar ini sejak gue di semester 1, sih, tapi makin ke sini semakin kelihatan siapa saja orang-orangnya. Bahkan, beberapa orang sudah membuat gue k...