Skip to main content

Bestie SMP United

Alumni sekolahan artis, tapi circle gue nggak ada yang berbakat jadi artis! Hahahahaha. Terus di umur segini, mikirin gimana caranya biar viral dan mengundang netizen untuk kepoin kita. Segala pakai pikirin cerita yang berpotensi! Padahal, temen-temen angkatan kita yang lain, lumayan banyak yang udah jadi tokoh figur di sosmed, ataupun malah join circle artis.

Gue seneng banget, minggu lalu abis kumpul, staycation, bareng temen-temen SMP yang bahkan SERING banget gue ceritain di blog ini sejak tahun 2012. Kita semua sekarang udah pada jadi mbak-mbak mid 20s going on 30, ibu 2 anak (gue), yang seriiing banget kita baca kisah hidupnya di novel chiclit yang kita baca waktu SMP dulu.

Ada 2 orang yang jadi dokter gigi,

Sisanya jadi mbak-mbak kantoran semua.

(Minus Elyta, yang lagi dirawat karena kaki patah)



Kami semua punya karakteristik yang berbeda, tapi uniknya, malah ini yang bikin kami awet berteman sampai sekarang. Kayanya, salah satunya benang merah kami, circle ini diisi murid yang selalu ranking TOP 10 pada masanya. Yup, kami semua pinter. Hihihi.

Setiap kami bertemu, kami selalu tertawa, like literally, ada aja bahan yang bisa ditertawakan. Bayangin aja, gerombolan cewe yang humornya receh, kalo ketemu isinya nggak jauh dari ketawa, nyengir, diem karena energinya abis, terus lanjut ketawa lagi. Kami nggak ngomongin orang, hanya sekilas aja catch-up tentang teman-teman sekolah kami yang lainnya, not degrading other people juga, pokoknya, the best I ever had!!!

Long story short, temen-temen gue ide untuk adain staycation, karena 2x pertemuan selalu hasil inisiasi gue yang udah mengundang mereka untuk acara ultah gue dan ultah anak gue, lol. Nah, di malam staycation itu, nyeletuk lah mereka, menawarkan 'proposal', ceritanya...

"Kita ada rencana ke Surabaya, lanjut ke Kawah Ijen, dan main pantai di Banyuwangi nanti bulan September," kata mereka. Lalu gue dijelaskan perincian detaaailll acaranya. Gue cuma hah-hoh-hah-hoh dengerinnya, terlebih mereka baru rencanain ini di ultah anak gue.

Gue nggak bisa membayangkan kami semua yang kaya princess ini, ada yang picky eater pula, tau-tau merencanakan jalan bareng yang bertemakan back to nature.

Somehow, gue bersyukuuur banget masih bisa menjalin pertemanan dengan mereka semua. Kalo kata Hannah Montana, you'll always find a way back home.

Mulai dari tahun 2009-2012, dunia kami diisi oleh majalah Gadis, Kawanku, GoGirl!, Tiger Beats hanya untuk baca berita artis Hollywood, dan yang paling sering kami bahas hanya Justin Bieber dan 1 Direction. Lalu, kami juga seriiing banget baca novel bersama, karya-karyanya Esti Kinasih, Dee, Ilana Tan, pokoknya novel genre teenlit atau chiclit gitu, deh. Di masa itu, kami hampir selalu 1 kelompok tugas sekolah berbarengan. Kami juga rutin bertukar bekal, dan bermain kartu ataupun truth-or-dare di kelas.

Satu hal yang masih sama sejak tahun 2009 hingga 2026 ini, yaitu:

Orang-orangnya dan gelak tawa kami yang terbahak-bahak setiap kumpul.

I love you forever and always,

Anisha Rahma Anggraeni,

Citra Nuraliyyah,

Nur Elyta Putri,

Nadia Rahma Safitri,

Talita Ayulia Salsabila,

Wiwit Tatianingrum Q.

Comments

Popular posts from this blog

Keputusan Besar

Just like that. We finally decided that we'll go on our own way. :) Lega. Campur aduk. Deg-degan. Nggak ada perasaan sedih ataupun marah. Tapi, aku memang penasaran.. apakah aku dan pasanganku bisa memulai hidup sendiri tanpa kehadiran satu sama lain? Pasanganku saat ini memang banyak membawa pelajaran hidup. Dia membuatku menjadi lebih melihat dunia, lebih luwes, lebih santai, bisa tertawa daripada pusing memikirkan berbagai hal, dan bisa beristirahat sejenak. Sifat negatifnya pun banyak sekali, yang melatar belakangi aku memikirkan kembali hubungan ini. Rasanya, sudah cukup kami mendapatkan pelajaran masing-masing. Kami sama-sama mengakui, kami tidak bisa melihat masa depan kami secara bersama. Kami saat ini hanya menjalani rutinitas yang sudah terbiasa karena terbentuk bertahun-tahun. Kedua anak kami layak mendapatkan cinta yang utuh sebagai keluarga, namun kami tau kami tidak akan bisa memberikannya jika tetap bersama. Kami sama-sama berhak mendapatkan cinta yang utuh, hati yan...

Hey, Stranger

The first time I met you, I was paralyzed by your charm. Hypnotized and feeling warm. Then sat beside you, didn't know who you were. We were stranger back then. Your dazzling eyes knocked me down, that you did. I didn't even know what was it. It was something new for me to feel. You were always there whenever and wherever I was. Though it was just in a mind of mine. Hey, stranger, what have you done? Months passed earlier than I thought. Weird... cause God brought you to my life. Ten hours a day though I felt it wasn't enough. Everyday was like a real fairy tale, that it was. Hey, stranger, did you even remember how we were here? The first time I met you, I knew what kind of person you were. Cold hearted with guts, that you were. This feeling was true and pure. I was right because I got hurt. But I'd stay not retreat. Autumn and winter had passed. Left us with spring and new hopes. Hey, stranger, didn't you see that?

Mama ❤️

"You have to keep going with him. Think about your children," they said. "You were the victim of a broken home child. Don't let it happen to your kids," they said. Meanwhile, my mama: "Nita,⁩ gimana kabarnya semua..? Mama akan laporkan KDRT klu dia tidak bisa menepati janjinya ke mama utk menjaga baik² Nita, Hagia, Melodie. Nita hrs lawan KDRT ya, dan selalu lindungi dg penuh kasih sayang Hagia dan Melodie ya sayaang.. 😇🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖" Like, she always texts me like that. She said I need to leave him as soon as he hit me or my children. I think it's already in her instinct. I don't tell my mama that we fight, hit each other, and I have bruises because of him. She would kill him. Although I'm already a mother, I'm still her daughter. When I find a better man, who loves me deeply, who's soft and kind, she will let her guard down because she knows I'll be in the right hand. I realize now, I love my life so much. And, I won't...

untitled

I think my boss is right. I forgot to taking care of myself. I can't balancing my life as a mother, an employee, and a person. I'm overwhelmed. I'm tired. I'm exhausted It's time for me to take a rest. I will keep going, but, first, I need to put myself together again. Terbentur, terbentur, terbentur... terbentuk.

Sampul Buku dan Lembarannya

Boleh nggak saya memohon satu hal? Cukup sederhana. Kebanyakan dari kalian hanya memandang sampul sebuah buku. Jika sampul itu berupa kulit, kalian akan langsung mengambilnya. Kalau buku itu hanyalah buku usang, entah siapa yang akan mengambilnya. Disini bukan tentang menilai buku dari sampulnya. Tapi tentang siapa yang akan mengambil buku itu. Munafik memang, kalau kita mengaku tidak melihat orang dari penampilan. Tapi entah kenapa saya letih dengan semua itu. Letih dengan tipuan paling sederhana. Saya ingin kalian tetap menatap saya dalam keadaan terburuk, terjelek. Bukan dalam keadaan sebaliknya. Apa terkesan saya sombong? Tidak, bukan itu maksudnya. Saya hanya ingin kalian membuka buku itu setelah melihat sampulnya. Saya bukan buku bersampul kulit. Saya hanya buku biasa. Lembarannya putih, polos, tanpa coretan. Saya butuh kalian yang dapat mengisi lembaran-lembaran ini, bukan hanya menggeletakkan buku ini ke lemari hingga usang.