Skip to main content

Posts

Intermezzo: Inner Peace

You can not change the past, you can only forgive it and moving on. The only thing you can do is set your future. Making peace with yourself is the hardest thing to do because your enemy is upon you. I just learned these words by now. It's funny when you struggle with yourself, it could be more depressive than struggle with anyone else. The struggle brings a mental disorder, that leads to a serious disease. For me, the case is asthma. Depressive mode, animal fur, dust are triggers for me. This time it was because of the depressive mode. Yes, unfortunately I just learned that lately I was so depressed. I have no one to tell, even my parents. I don't want them to be sad hearing my stories. I would not tell my friends, because the problem is mine not theirs. I need to make peace with myself, my inner soul. I need to learn to forgive my past and start moving on. I need to cut off some people because their presence is a trigger for me. Let live with peace upon us. Love, Nita ...

Intermezzo: Jika

Jika Nita itu tidak ada, Apakah kalian akan mengganggapnya pernah ada? Apakah kalian akan merindukannya walau banyak dosa yang dia perbuat? Apakah kalian akan berdoa untuknya di sela ibadah? Apakah kalian akan bersyukur atau malah sebaliknya? Jika Nita itu tidak ada, Maukah kalian mengingatnya walau tidak setiap hari? Maukah kalian memutar lagu kesukaannya dan berandai kalian sedang berdansa dengannya? Maukah kalian memaafkannya dengan segala perilakunya? Maukah kalian mengenang semua memori indah dibanding memori buruk dengannya? Jika Nita itu tidak ada, Akankah kalian berharap dia akan ada walau sebenarnya dia tiada? Akankah kalian bersikeras bahwa sebenarnya dia masih ada? Akankah kalian menyesali setiap momen yang terlewatkan dengannya? Akankah kalian senang atau sebaliknya? Terakhir... Jika Nita itu tidak ada, Siapakah yang akan bersuka cita atas kepergiannya? Lalu, Siapakah yang akan berduka cita di sisi batu nisannya?

Intermezzo: Naif atau Bodoh?

Andai dunia itu nggak sesulit yang kita rasakan, ya. Dunia itu nggak baik bukan karena 'dunia' itu sendiri kan? Tapi karena manusianya. Dunia menjadi kejam karena ulah mereka yang tidak bertanggung jawab. Orang-orang yang mengenal saya mengatakan jika ada batas tipis antara naif dan bodoh di dalam diri saya. Terlalu lugu untuk melihat ini semua, tetapi sebenarnya bodoh karena tidak mengerti apa-apa. Saya bersyukur, karena saya dikelilingi oleh orang-orang yang melindungi saya agar tetap menjadi diri saya yang sekarang. Maksudnya, seperti bunga lotus yang tidak akan pernah kotor walaupun hidup di kolam berlumpur. Mereka, teman-teman saya, tetap menjaga saya seperti itu. Namun, ada kalanya saya harus sendiri. Pertemanan itu nggak harus selalu bersama-sama, cukup sirat hati yang menyatukan ikatan pertemanan. Nah, ketika saya sendiri itu lah saya merasa... bodoh. Maksudnya, saya sering melakukan kecerobohan. Mungkin, apa karena saya terlalu dilindungi mereka? "Dia itu adala...

Intermezzo: crumbling and tearing

The taller the tree the more wind blows, they said. Work hard until you don't need to introduce yourself, said them too. I am at the 500th step to reach those. It's still million stairs away to be climbed, though. The thing is... they expect too much on me. The perfection that they seek is haunting me. Well, nobody's perfect but they still expect me to be. It's killing me. Once I make a mistake, they will judge me and talking behind my back. And I am not strong enough to take that, almost everyday. I am still a human. I seek for chances to be better and better. The ironic thing is, I am a perfection. A symptom that is already running in my blood. I can't see the world easily. I see things in details. I see people in very tiny details. I read their mind. I smell their gesture. That's why, I am really overwhelmed by the imperfection that I have. The flaws that I don't want people to see it, yet they do. I am afraid. I am afraid of being bu...

Intermezzo: as strong as Keanu

Dunia lagi (masih) berkabung dengan meninggalnya Chester, vokalis Linkin Park. Bunuh diri, narkoba, dan overdosis bukanlah hal asing yang kita dengar dari orang-orang panutan kita. Contoh lainnya, Robin Williams. Atau Amy Winehouse. Ada juga Cory Monteith. Siapa yang mengira jika mereka semua akan meninggal secepat itu? Mendahului takdir mereka. Memilih untuk menderita selamanya di dalam siksaan neraka daripada menjalani hidup yang penuh cobaan. Ironisnya, saya selalu merasa orang-orang yang terjebak 'dunia terlarang' ini adalah orang baik yang sebenarnya butuh pertolongan. Mereka butuh dukungan orang-orang di saat masa kelamnya, mereka butuh teman untuk mengingatkan adanya Tuhan YME. Orang-orang ini telah menjalani kehidupan yang berat, penuh cobaan, siksaan, dan tekanan batin. Mereka tidak membutuhkan anda yang hanya bisa menyinyir, karena mereka tahu mereka akan hancur mendengarnya. Satu tokoh yang masih (DAN SELAMANYA) saya kagumi adalah Keanu Reeves. Kisah hid...

Self note

Tersenyum bukan berarti bahagia. Tertawa bukan berarti ada yang lucu. Riang bukan berarti lapang. Lucu, ketika kehidupan itu sebenarnya diisi oleh banyak ambiguitas. Seakan-akan, ada yang bersembunyi dibalik yang tersembunyi. Kita sampai kapanpun tidak akan mengerti bagaimana kehidupan orang lain. Hati dan jalan pikiran orang tidak untuk ditebak, tapi untuk dipelajari dan dipahami.

The Midnight Whisperer

I wish, I pray, I stay, I love, I keep, and... I hope. But, still... I could not see the path. I am blinded by your soul, and now I'm getting lost. So... Would you lead me?