Skip to main content

Posts

Childhood

Hi. It's been a long time since I write this blog . Well, banyak banget yang udah dilalui selama dua bulan ini. SELAMAT kepada angkatan 2015, yang sudah menempuh UN pada April kemarin. YEAY! Sekarang memang lagi gabut-gabut nya liburan, tapi juga lagi greget-greget nya belajar untuk persiapan perguruan tinggi nanti. Mungkin yang gue bahas kali ini tentang teman SD aja kali, ya? I told you about my lovely SMP & SMA but then I realized... gue belum pernah menceritakan tentang kehidupan SD gue. Jujur. Sebenarnya hampir 80% kenangan SD gue sudah benar-benar hilang. Gue adalah penganut tipe orang STM ( Short Term Memory) . Gue paling susah ingat muka orang, apalagi namanya (biasanya bisa ingat begitu kelihatan karakteristiknya). Yang gue ingat cuma sebagian kecil aja, apa lagi terakhir ketemu mereka ya enam tahun yang lalu. Jadi.... sebenarnya gue excited  banget begitu tahu pada mau reuni SD. Gue kangeeeeeeeeeen banget sama mereka semua! Sampai kebawa mimpi! Ja...

Give and Take

What happens to teenager this day? What happens to Indonesian culture about polite, manner, and grace? It's so pathethic that now we rarely see it in our life. Let's take the easiest samples: 1. Menyela pembicaraan orang. 2. Make fun, laugh, yawn, stared hatefully toward the elders (it can be your lecturer or even your parent). 3. Being ignorance, arrogant. 4. This may be the simpliest sample of all... keluar / masuk ruangan tanpa ijin, main kabur,padahal sebenarnya bisa ijin dulu. etc. Some of the examples above are actually based on my observation in actual life. But then the question is: Can we live without polite, manner, and grace? Sekarang coba kalau dibalik. Kita jadi orang yang mendapatkan perlakuan yang tidak sopan. You feel uncomfortable, angry, sad, and insecure, don't you? Is that good? How can we have polite, manner, and grace? Well, I'm kind of person that believe in "Give and Take". Give and take is actually hands that help each oth...

ARGH.

Yes, I'm a senior now. Mungkin kalian udah bosen gue curhat tentang masa-masa SMA gue. But, maybe this will be the last... Gue dari awal setengah-setengah masuk ke SMA yang sekarang ini. Kenapa? Ini bukan SMA tujuan gue! I'm feeling like.... Terjebak di pulau terpencil dengan banyak orang asing. Pernah nggak, kalian merasa sendirian di tengah keramaian? Nah, itu yang gue rasain begitu pertama kali masuk SMA ini. Daerah gue bukan disini, omongan gue nggak nyambung, tempat hangout  juga beda, kalau dulu si A kenal sama si B sekarang malah nggak ada yang kenal sama sekali. Sedih? Banget. Gue yang dari zaman SD sampai SMP sering mengikuti lomba-lomba, sering mewakili sekolah kesana-kemari, jadi pasif di SMA. Untuk adek-adek kelas, jangan dicontoh ya. Gue emang payah karena terlalu mengikuti ego gue. Gue merasa, kemampuan gue seperti menurun perlahan.. Kaya.. Um.. Gimana ya, beda deh pokoknya. Btw, Tadinya gue bermimpi untuk daftar jadi anak cheerleader , dan berg...

QI

Hey, it's been so long since I update this blog. So, today I wanna share about QI. Ini baru aja 'diceramahi' sama Mama loh, tadi siang. QI or known as Quality Implementation, lebih dikenal kalau kaya gini, "Mengimplementasikan kualitas." Maksudnya apa? Mama cerita kunci orang sukses ada di dalam QI ini. Beliau berpesan, ini adalah hal yang harus gue ajarkan untuk anak-cucu gue kelak. So, nggak ada salahnya kan gue mem-posting ini di sini? Kunci orang sukses yang pertama: 1. Be yourself Bukan bermakna yang, "Inilah gue apa adanya, terima gue apa adanya." Hal ini lebih cenderung untuk mempunyai pendirian yang kuat (bukan keras kepala), tapi selalu  bisa memberikan solusi yang terbaik untuk orang lain ataupun diri sendiri. Yang kedua adalah dapat dicontoh dan menjadi pemimpin. 2. Sabar Kata beliau, jadi orang sabar itu sebenarnya gampang. Beliau berkata, "Kalau kamu ambil segenggam garam terus dituang di air di dalam wadah ke...

Pay it Forward

Pay it Forward. Coba deh kalian browsing kata-kata ini. Pas ti yang ketemu adalah filmnya Billy Joel Osment. Film yang jadul banget, tapi s-a-n-g-a-t pantes untuk ditonton. I won't give you the spoiler... Yang pengen gue jelasin adalah, arti dari film ini di dalam kehidupan. Film ini memperlihatkan kita tentang sosok innocent dari anak laki-laki, yang selalu berusaha untuk membahagiakan orang-orang di sekitarnya. B erjuang untuk kebaikan. Jangan takut kalau kita benar. Sebarkan lagi kebaikan yang kita dapatkan. Mungkin itu amanat yang paling mencolok dari film ini. Pay it Forward adalah film yang berhasil bikin gue nangis pas nonton ini. Inti dari kata Pay it Forward itu sendiri adalah... terus sebarkan kebahagiaan dan kebaikan. Soooooooo, sebenernya gini. Kenapa gue bahas Pay it Forward? Karena gue baru aja ngebaca postingan dari freakyteenager.wordpress.com tentang bahaya pornografi gitu. Disini gue mau berterima kasih kepada dia, dan orang-orang yang telah menyebarluaska...

The Passion and Soul of a Dreamer

I think tonight it's the perfect time to talk about... dream, passion, and soul. As a teenage girl, it's normal to be wishy-washy isn't it? When I was just a little girl I ask my mother what will I be Will I be pretty, will I be rich? Here's what she said to me: "Que sera, sera.. whatever will be, will be..." I bet y'all know this song. A song that my mom and I used to sing. Since I was a little, kalo ada yang nanya, "Mau jadi apa?" Jawabannya... "Designer!" A fashion designer, I mean. They, especially my Mom, doubt in me. They doubt of my dream. But somehow, I believe in it. Be a fashion designer is my dream, my passion, and my soul. I wanna failed in it, and I wanna raised from it. These are some Indonesian designer that I adore: 1. Harry Darsono. OMG. Dikenal dari stylenya yang adi busana. 2. Tex Saverio. Known as the Alexander McQueen-nya Indonesia. 3. Rafi Ridwan. He proves that every human has talent behind our im...

Acuh di Kegelapan

Hitam legam tanpa sebersit cahaya. Meninggalkan kesunyian yang menulikan telinga. Gelap di tengah kebutaan. Sorak-sorai dalam bisu kalbu. Hidup dengan menjelma. Hidup sebenarnya telah mati. Kosong, seakan-akan tak berjiwa. Ku telah mencoba.. Berteriakku namun mereka acuh. Berlariku tetapi mereka hanya memandang. Tawaku hanya sebersit bayu. Apalah daya raga ini? Hanyalah sebatas cacian belaka. Sampah yang mengotori dunia. Sebongkah batu di pojok jalan. Kepedulian? Persetan, hanya kata semu yang diucap mereka. Diam, bajingan. Apa guna mulutmu tatkala menilai diriku? Pergilah, tinggali aku dalam kesunyian ini. Biarkan hati ini mencari cinta. Biarkan otak ini berpikir dengan logika.