Skip to main content

Cemas

2025 is no joke.

Sudah sedang struggle dengan diri sendiri.... ditambah berita terkait pemerintahan yang bikin eneg. Mulai dari MBG, kasus korupsi, pajak, coretax, laut yang di petak, beras dioplos, bensin dioplos, dan puncaknya tentang tunjangan DPR yang besar. Situasi di Indonesia sedang memanas beberapa hari terakhir ini dengan rentetan demonstrasi di berbagai titik. Dimulai dengan kondisi yang damai, lama-kelamaan menjadi ricuh, dan puncaknya ada driver ojek online yang tutup usia akibat dilindas barakudanya BRIMOB. You read it right.. dilindas. Dengan sengaja. Dari yang mulai tujuan demonya adalah untuk DPR, karena kejadian itu, rakyat semakin marah dengan aparat.

Di tengah situasi yang kacau, hari ini pun, aku bekerja setengah hari. Kantorku berada di Ring-1 Jakarta, antara area Sudirman ataupun Gatot Subroto. Pokoknya aku memang di salah satu tempat itu. Kali ini, tadi siang aku sedang berada di Gatot Subroto, dan aku deg-degan banget begitu lihat pagar kantor mulai ditutup. Massa berkumpul di polda, DPR, dan monas hari ini. Rasanya seperti berada dalam film Hunger Games, di mana seluruh rakyat protes pada President Snow.

Nggak kebayang, kalau aku masih tinggal di Bendungan Hilir, pasti chaos parah dan aku memang terjebak nggak bisa kemanapun. Jalanan macet, berhenti, rekayasa lalu lintas, gas air mata, pembakaran ini-itu, wah... rasanya pasti makin kena mental.

Di situasi ini, aku jadi teringat keluargaku, teman-temanku, anak-anakku, kolegaku.. ada sebersit rasa khawatir akan keselamatan mereka maupun diriku. Masalahnya, kali ini aku takut banget sama yang namanya kematian sekarang. Terdengar egois dan menantang Tuhan, tapi aku nggak mau orang-orang yang aku sayang dan aku sendiri meninggal. Aku mau mereka semua, termasuk aku dalam keadaan selamat tidak kekurangan atau direnggut dalam bentuk apapun.

Aku udah banyak menangis dari kemarin ketika baca berita, ditambah sisi sensitifku yang memikirkan kondisi orang-orang di sekitarku. Somehow, akupun jadi terngiang dalam benak.... if you love someone, tell them. If you care about them, tell them. Before it's too late.

Stay safe everyone.

((And here I am still keeping my silence to the one I love.))

Anyway lagi,
Kepalaku sakit banget sejak bangun tidur tadi 😭

Comments

Popular posts from this blog

Keputusan Besar

Just like that. We finally decided that we'll go on our own way. :) Lega. Campur aduk. Deg-degan. Nggak ada perasaan sedih ataupun marah. Tapi, aku memang penasaran.. apakah aku dan pasanganku bisa memulai hidup sendiri tanpa kehadiran satu sama lain? Pasanganku saat ini memang banyak membawa pelajaran hidup. Dia membuatku menjadi lebih melihat dunia, lebih luwes, lebih santai, bisa tertawa daripada pusing memikirkan berbagai hal, dan bisa beristirahat sejenak. Sifat negatifnya pun banyak sekali, yang melatar belakangi aku memikirkan kembali hubungan ini. Rasanya, sudah cukup kami mendapatkan pelajaran masing-masing. Kami sama-sama mengakui, kami tidak bisa melihat masa depan kami secara bersama. Kami saat ini hanya menjalani rutinitas yang sudah terbiasa karena terbentuk bertahun-tahun. Kedua anak kami layak mendapatkan cinta yang utuh sebagai keluarga, namun kami tau kami tidak akan bisa memberikannya jika tetap bersama. Kami sama-sama berhak mendapatkan cinta yang utuh, hati yan...

Sampul Buku dan Lembarannya

Boleh nggak saya memohon satu hal? Cukup sederhana. Kebanyakan dari kalian hanya memandang sampul sebuah buku. Jika sampul itu berupa kulit, kalian akan langsung mengambilnya. Kalau buku itu hanyalah buku usang, entah siapa yang akan mengambilnya. Disini bukan tentang menilai buku dari sampulnya. Tapi tentang siapa yang akan mengambil buku itu. Munafik memang, kalau kita mengaku tidak melihat orang dari penampilan. Tapi entah kenapa saya letih dengan semua itu. Letih dengan tipuan paling sederhana. Saya ingin kalian tetap menatap saya dalam keadaan terburuk, terjelek. Bukan dalam keadaan sebaliknya. Apa terkesan saya sombong? Tidak, bukan itu maksudnya. Saya hanya ingin kalian membuka buku itu setelah melihat sampulnya. Saya bukan buku bersampul kulit. Saya hanya buku biasa. Lembarannya putih, polos, tanpa coretan. Saya butuh kalian yang dapat mengisi lembaran-lembaran ini, bukan hanya menggeletakkan buku ini ke lemari hingga usang.

Skies, Him, Love

Memandang langit adalah kesukaan saya. Pagi, siang, atau malam, tak peduli kapan dan di mana. Saya selalu kagum dengan awan pagi hari yang tampak seperti goresan kuas, lalu langit senja dengan warna jingganya di ufuk, hingga bulan bintang yang bersinar saat malam.  Memandang langit... membuat saya selalu bersyukur, dan semakin meningkatkan kepercayaan saya terhadap Tuhan. Saya, kamu, kita semua sebagai manusia hanya berupa debu di semesta. Saya baru saja menemukan tempat persembunyian yang tentram. Tempat di mana bisa memadu kasih dengan langit, dengan semilir angin yang sejuk dan menenangkan. Sebenarnya tempat itu sudah lama saya temui, namun baru akhir-akhir ini saya lebih suka "kabur" ke sana.  Rasanya... sangat ingin membawa selimut ke sana, dan perlengkapan teleskop. Hanya untuk berkenalan dengan semua yang ada di atas langit sana. Bintang polaris, sirius, minerva, bintang timur, ingin saya kenal semuanya. Di tempat itu, saya bisa melukiskan wajahnya...

Renungan di Minggu Kelabu

Saya takut untuk menghadapinya, tapi saya tidak bisa berlari untuk kabur. Bukan tidak bisa sebenarnya, tetapi tidak boleh. Selama bertahun-tahun saya terus berlari tanpa tujuan, mencari kedamaian, namun seiring saya berlari semakin kedamaian itu berlari menjauhi saya. Saya seharusnya bersyukur karena hidup saya dikelilingi oleh orang-orang yang peduli dan sayang terhadap saya. Namun, mengapa saya masih merindukan rasa sayang jauh di lubuk hati? Selama ini saya yakin jika tempaan ini diibaratkan batu kasar yang sedang dipoles agar menjadi berlian yang indah nantinya. Sakit!!! Sering sekali saya merintih kesakitan akibat polesan itu, dan beberapa kali saya berusaha kabur agar tidak dipoles. Pantas saja, berlian itu tak kunjung terlihat. Iya, saya yakin nantinya saya akan menjadi berlian... Suatu hari nanti. Entah kapan. Dia mengatakan saya tidak seharusnya terus berlari seperti sekarang. Saya harus bertahan di tengah rintihan akibat polesan, apapun yang terjadi. Dia mengatakan saya ha...

The Poem of a Lover Girl

In the crowded place full of strangers, Seek my loving soul, it carries no angers. Stay true to your heart, though it's hard to tame. Deep inside you know I'm the one your soul will aim. Let me be your core. Otherwise we'll regret it forever more. Take the chance, break the wall. Listen to our heart, may this is the call. The longing feeling that we care, Time has passed so long, I can't bear. Throw away your fear, I'll wait, stand still in here. Let's fill the blank page. Don't lock me in the cage. Pull me closer to your gravity. This heart can bewray with your key. Two souls kiss in union, Like a sacred communion. "Till death do us part," we said. Linked hand, no light of love ever faded. *writing this as I listen to The 1975 - About You & Taylor Swift - Red*