Skip to main content

Posts

Sebagaimana layaknya gue pengen dimengerti tanpa gue perlu selalu mengatakannya, semesta memperkenalkan gue dengan pria ini. Lucu... ketika gue kira hati gue sudah tertutup rapat dan sulit menerima kehadiran orang baru. Pria ini membaca pikiran gue, sangat penyabar, dan somehow... dia bisa menjadi lebih dominan daripada gue. Jika diibaratkan nilai, gue mendapatkan A+ dan dia bisa meraih A++++. Poin lainnya, ketika gue merasa kecewa dan menarik diri, dia mencari gue. Bukan ikutan diam atau mundur. Selama ini, ketika gue menarik diri, nggak ada pria yang justru mencari dan menghampiri. Mungkin sesuai doa gue: kalo gue tau kapasitas diri gue dalam mencintai seseorang, maka akan ada juga orang seperti gue untuk gue. We will see about his consistency. With love, Nita
I met a new man. Way taller than me. A first born. Dominant, where I could see my feminine self depend on his masculinity. Responsible with his life. Has a huge control over his choices. I'm interested in him, and I know it goes both way. But I haven't seen him in a long-term way. The best candidate so far.
Kita memang nggak bisa menyelamatkan orang lain kalau orang itu nggak mau diselamatkan, kan? Sebesar apapun rasa cinta gue ke dia, gue nggak akan bisa memberikan itu semua dan dia nggak akan bisa menerimanya. Karena dia tidak mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu. Gue bisa memeluk lukanya, apabila dia sudah berani memeluk lukanya sendiri. Gue bisa memberikannya cinta terbesar yang pernah dia rasakan, apabila dia sudah mampu mencintai dirinya sendiri.

If I Die....

Udah kepikiran tentang kematian sejak beberapa waktu ke belakang. Gue masih muda, tapi, siapa yang tau usia, kan? Mungkin, sekarang inilah beberapa kemauan gue kalau nanti meninggal: 1. Meninggal di Mekkah Kalau bukan di sana, semoga: 1. Meninggal di hari Jumat 2. Meninggal tanpa rasa sakit, entah dalam tidur atau ketika sedang beribadah (maunya sih pas sujud). 3. Dipakaikan wewangian yang mirip sedap malam, melati, karena gue suka aroma itu. 4. Dipakaikan wewangian yang mirip parfum Twilly, kesukaan gue. 5. Dimandikan menggunakan sabun kambing, seperti yang selama ini gue lakukan semasa hidup. Sabun kambing membuat kulit gue lembut, kenyal, sehat, dan cocok untuk kulit gue yang sensitif gampang kambuh eksimnya. 6. Dikeramaskan menggunakan shampo yang wangi manis, kaya aromanya Bath and Body Works. Kalau diizinkan anggota keluarga lainnya, gue mau: 1. Jadi kadaver. Dalam keadaan seluruh organ tubuh lengkap, keadaan sempurna. Mengingat gue telah mendonasikan kornea mata jika gue ...
Just when I about to send the message, a sudden realization come to me. Thus, I shall keep my pride. However, My heart can't lie. My brain can't lie. So, with the little prayer, I shall say... A year has passed. May you always find good things in life. Have a blast.
Call me crazy but I've been in a tarot session tonight... twice, with different person. Moreover, I learned to read tarot by myself since 2025. Ironically, the results are always the same. Sumpah, gue udah tahajud, banyak berdoa, kebawa dalam mimpi, konsul ke psikolog, baca tarot, mind reading, what else yang harus dicoba????! Padahal, deep down I know I ga butuh itu semua. Yang I butuh: I need to talk to you, directly. Ruwet banget ini kepala asdfhjkl.
Ternyata, gue lumayan dikelilingi manusia yang iri dengan kehidupan gue. Entah iri karena bos gue izinin untuk bisa wfh, gaji negotiable yang cukup besar untuk wanita seusia gue, bahkan karena semudah itu mendapatkan cuti. Padahal, gue yakin uang yang masuk ke gue serta waktu kerja fleksibel itu adalah rezeki untuk anak-anak gue supaya gue bisa membersamai mereka. Gaji gue besar, karena gue menanggung mereka, termasuk membiayai kedua orang tua gue yang udah lanjut usia. Gue bisa cuti selama sebulan penuh juga karena hasil negosiasi memperjuangkan hak gue, udah knowledge transfer sebelumnya, dan menyelesaikan pekerjaan yang bisa diselesaikan. Mereka hanya melihat enaknya, sementara mereka nggak lihat gue juga bekerja hingga dini hari, workload numpuk, menjadi palu gada, masuk ke RS karena pendarahan saat hamil 7 bulan karena kelelahan bekerja. Gue pantas mendapatkan gaji, kerja fleksibel, dan cuti karena gue kerja nggak ada jam pasti dan hasil kinerja gue juga cukup bagus. Ada juga, yan...
i think i'll grow old alone by not involving in any other relationship. perhaps i get tired of it, like... i do believe in true love does exist, however, i'm not lucky enough to experience it. i'll be 29 this year, 30 next year, and already have 2 kids. why should I care about man if I already created my next generation? who would love me endlessly like my kid's love me?
"If a guy is treating you like he doesn't give a shit, he genuinely doesn't give a shit. No exceptions." "Trust me, if a man wants to be with you, he will make his actions clear. There won't be any questions, murkiness, cloudiness, or fear." "The only reason he can miss you is because he's choosing, every day, not to be with you." #selfreminder from a movie called, He's Just Not That Into You. So, if you ever feel miss me, choose me. Every day. Call me. Be with me. Do not let your ego win, love is louder.

Side Quests

1. Pergi ke Planetarium, karena belum pernah sama sekali ke sana. 2. Pergi SeaWorld Ancol, karena juga belum pernah ke sana. Udah pernah ke BX Sea, tapi the OG-nya kan SeaWorld Ancol. 3. Mau tiduran di tempat yang minim polusi cahaya, tapi bukan momen hiking/trekking, lalu stargazing sampai ketidur kena angin sepoi-sepoi. 4. Mau tiduran di pantai yang pasirnya putih, main air di pinggir pantai. 5. Kejar sunrise, kejar sunset. 6. Piknik di area hutan kota GBK, atau liatin kota Jakarta malam hari dari area tersebut. 7. Main sepeda tandem keliling GBK. Terakhir main ini tahun 2019.
"Responnya tenang, jadi enak diajak diskusinya." Yeaaah, that was how my body coping with trauma. Keliatan tenang, kalem, terkontrol, berkharisma, omongan on point, tapi the OG knows kalo gue aslinya overthinking, insomnia, tiba-tiba nangis sendiri, dan hatinya deg-degan banget.

Hair Evolution: the Rebirth During Adulthood

I've always been that short-hair girl during my teenager era. I was a tomboy, they said. But deep down, I did not really understand who I was. I collected Barbie dolls, and I even had Barbie's dollhouse filled with tiny furnitures; I watched Disney Princesses, Barbie movies; I like to draw women in nice dresses; I like seeing women dolled up; I polished my nails — and had trouble with the teachers because of it. But, my hair was always short, I practiced taekwondo, ride a bike after school, I watched Ben 10 and other boys cartoons, I was really good at any kind of sports. I've always been in the both of different world. A paradox since younger days, huh? I think... maybe I am just really centil girl, but know how to kick your a** when got harassed. Maybe I am the real life of a Legally Blonde — sassy, bubly, brat, clumsy woman who is clever and somehow nailed to bring out her bestest side. (Pick me banget, ya?! Hahahaha. But idk, I know there is only 1 of me. You may find a...

Bestie SMP United

Alumni sekolahan artis, tapi circle gue nggak ada yang berbakat jadi artis! Hahahahaha. Terus di umur segini, mikirin gimana caranya biar viral dan mengundang netizen untuk kepoin kita. Segala pakai pikirin cerita yang berpotensi! Padahal, temen-temen angkatan kita yang lain, lumayan banyak yang udah jadi tokoh figur di sosmed, ataupun malah join circle artis. Gue seneng banget, minggu lalu abis kumpul, staycation, bareng temen-temen SMP yang bahkan SERING banget gue ceritain di blog ini sejak tahun 2012. Kita semua sekarang udah pada jadi mbak-mbak mid 20s going on 30, ibu 2 anak (gue), yang seriiing banget kita baca kisah hidupnya di novel chiclit yang kita baca waktu SMP dulu. Ada 2 orang yang jadi dokter gigi, Sisanya jadi mbak-mbak kantoran semua. (Minus Elyta, yang lagi dirawat karena kaki patah) Kami semua punya karakteristik yang berbeda, tapi uniknya, malah ini yang bikin kami awet berteman sampai sekarang. Kayanya, salah satunya benang merah kami, circle ini diisi murid yang ...
Had an appointment with a doctor, probably 2-3 years older than me. "Maaf tulisan saya jelek," he said. "Gapapa dok, bisa baca kok," I answered. I can read it very well. I have seen those hand writing before for years from someone. It was once his, but it carves in my heart for a decade now.

Hasil Kontemplasi Fenomena Blue Moon

Pada tanggal 31 Mei 2026 kemarin, ada fenomena alam bernama blue moon. Bukan, warna bulannya bukan biru. Warnanya sama seperti yang kita lihat, bulat utuh, selayaknya bulan purnama. Namun, bulan purnama yang terjadi kedua kalinya di satu bulan. Pertengahan Mei lalu memang juga ada bulan purnama soalnya. Banyak yang mengatakan, fase bulan purnama adalah waktu yang tepat untuk meditasi, berdoa, membersihkan diri, dan merenung. Tujuannya supaya bisa mengerti bahasa jiwa sendiri — melepaskan apa yang sudah tidak selaras, atau justru mendapatkan kejelasan tentang perasaan diri sendiri yang mungkin selama ini disembunyikan, mencapai ketenangan batin. Akhir-akhir ini, hati ini memang terasa gundah. Bahkan, momen relapse tahunan yang biasanya hilang, kini justru semakin menjadi. Aku sudah mencoba menumpahkannya melalui tulisan di blog, mendengarkan playlist khusus, berdoa, konsultasi ke psikolog, dan bahkan mencoba jasa baca tarot... lagi. Aku seperti anak ayam yang kehilangan induk, merasa te...