Skip to main content

A Random Poetry With No Name

Well, don't know what to say.... But I just wanna write this. Jiwa penulis nan penuh majas tiba-tiba muncul. Jangan galau yaa bacanya... :p

"Kupernah tersakiti
Kupernah dimimpikan dambaan yang akhirnya tak terwujud
Kupernah dibuat kecewa
Kupernah dilemma akan sesuatu
Kupernah dibohongi

Tapi, itulah kehidupan
Kejamnya dunia tak akan pernah bisa dilewatkan
Rumitnya lingkaran kehidupan tak akan pernah bisa berhenti

Lalu kau muncul
Dengan perlahan tapi pasti, kau meyakinkan diriku
Meyakinkan hati ini, untuk melupakan pahitnya dunia, untuk sementara
Kau hadir ditengah hujanku yang tak kunjung berhenti
Kau hadir membawa pelangi untukku dikala hujan deras telah menjadi rintikan
Engkau hadir ditengah kerumitan

Awalnya aku takut untuk kembali memulai lembaran baru
Tapi entah mengapa kau bisa meyakinkan diriku
Hal kecil yang kau lakukan, berdampak besar padaku
Sikapmu yang kau tunjukan, membuat hati ini terus berdebar

Siapakah engkau?
Terbuat dari apa gerangan?
Mengapa kau bisa mengubah segalanya?

Perhatian yang kau tunjukkan,
Aku takut salah mengartikannya
Kumohon, jika aku mengartikannya dengan benar...
Beritahu aku

Sikap dewasa yang kau tunjukan,
Mengubah anak bungsu ini seperti menjadi mempunyai seorang kakak baru
Sikap kebaikan yang kau tunjukan,
Membuatku yakin kau ini berasal dari keluarga yang terdidik
Sopan santun yang kau perlihatkan,
Membuatku nyaman"

Comments

Popular posts from this blog

(Different) Twins

Dear Nadia, I never thought that I can befriend with you. It's nice having a good friend, a dear good friend, that's an introvert version of my self. You're the INTP and I'm the ENTP, so I'm feeling like you know me better than anyone else. As I said earlier to you, maybe we're like twins. It's just the one tiny different that makes us different, and I'm glad with it. Honestly, before I met or knew you, I thought you're an arrogant and selfish woman because you look soooooo quite and you're classy (SERIOUSLY), LOL. Even before our introduction, I always love your sense of fashion... Your sense of fashion is a little bit similar to me. And once again, I think we're twins from different womb, lol. But then things changed and we met. It was a little bit awkward at first but I still remember how we think about the same thing at the same time, and before I knew you're an INTP, I had this feeling that you're like me, something about you r...
((relapse)) Kalo diinget, gue nggak pernah nangisin ini cowo, atau biarin emosi gue luber. Mungkin itu alasannya gue susah move on, ya? Gue kebanyakan menekan emosi gue selama ini, memilih diam, menghilang. Tapi tanggal 27 Agustus 2026 kemarin, tau-tau gue menangis. Bukan yang histeris hingga sesak napas, tapi air matanya keluar begitu aja tanpa henti. Mungkin akan ada kambuh berikutnya. Tapi gue jadi semakin yakin lagi dengan kapasitas diri gue ketika mencintai. Kalo gue bisa mencintai orang lain sedalam itu, maka gue tau, gue juga berhak dicintai orang lain sedalam itu dan gue tau orang itu akan selalu mengusahakan gue sesederhana karena takut kehilangan gue.

OHANA

Haiiiii! This time, I'm too excited to tell you about my OHANA a.k.a Family. Seperti yang kalian udah baca di postingan pertama gue, Sisterhood Last Forever, kalian tahu kalo gue itu anak bontot, anak yang paling kecil, anak bungsu. Di post itu gue udah menceritakan tentang Mba Tita dan Mba Andes. Tapi... rasanya ngga lengkap kalo hanya mereka yang diceritakan. Left - Right: Mba Andes, Mama, Me, Mba Tita di suatu acara pada tahun 2011 Mama gue itu rambutnya selalu aja pendek. Dulu waktu gue masih 5th rambutnya masih panjang sihh, tapi sejak itu juga rambutnya jadi pendek :p Sedangkan Mba Tita dan Mba Andes itu dulunya ngga hijabers. Rambut mereka sebelum pake jilbab itu.... Badai. Angin topan. Wuss. Tsunami. Tapi sejak selesai kuliah dan udah beberapa bulan kerja, kira-kira pas gue kelas 2 SD mereka baru pake jilbab. Gue akan seperti mereka kalo udah sukses. Hehe Left - Right: Me, Mba Andes, Eyangti, Mba Tita, Mama di Lebaran tahun 2012 Di foto yang diata...
Kita memang nggak bisa menyelamatkan orang lain kalau orang itu nggak mau diselamatkan, kan? Sebesar apapun rasa cinta gue ke dia, gue nggak akan bisa memberikan itu semua dan dia nggak akan bisa menerimanya. Karena dia tidak mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu. Gue bisa memeluk lukanya, apabila dia sudah berani memeluk lukanya sendiri. Gue bisa memberikannya cinta terbesar yang pernah dia rasakan, apabila dia sudah mampu mencintai dirinya sendiri.
Just when I about to send the message, a sudden realization come to me. Thus, I shall keep my pride. However, My heart can't lie. My brain can't lie. So, with the little prayer, I shall say... A year has passed. May you always find good things in life. Have a blast.