Skip to main content

Life is Hard: Find the Good Things in it

 

Even people notice it too.
I'm not in my angry phase anymore.
I'm lost.


How do I heal?
How do I grow?
How do I fix myself?


I think it's true.
I let myself to be put in this position.
I let myself to be disrespected and unwanted.
I'm not mad at God, but I wonder,
"What's wait in the other side of this? I know You will help me go through this, I know You will change my storm into rainbow."


What's good about my life:
My kids, who I carried for months, breastfed, and nurturing them with all my love.
To still know and in the same circle as him, to still love him after all this years although from afar.
My friends who still accept my yap about my struggling and my love life although they already listen to it for million times.
My Mama who always humble and protect me in every situation.
My sisters who annoy me so much but I like it.
My Dads who are already old, but I'm blessed that they're alive.
My job in a top consultancy firm with flexible working hours.
My boss who is very nice and never yell or get mad at me.
My colleagues who is proud of me and treat me like their little sister because I'm the youngest.

****

Once upon a time, I called my mom. She asked me, "what's up?"

I told her, "Nothing. I just want to call you."

We talked about everything, until she mentioned about the domestic violence that I & Gia had, although I never told her.

"How do you know?" I asked.

"Your sister told me. But it's also a Mom's instinct. I always said it to you, right?" she answered. "I asked your sister, 'how's Nita going?' then she said, 'Nita's fine.' But I insisted, 'tell me what happen with Nita. She's not OK.' And that was how your sister told me."

I literally can't hold my tears. She knew about it although I really tried to hide it from her. I don't want her to worry about me anymore, I'm an adult now and it's not her age to worry about her young adult daughter.

I said sorry for not listening to her. Then, I opened up about how he & I fought in 2023 until we got bruises on our face. "I think he's gonna change, but in 2025... he started to beat Gia" I told her.

"He will never change," she said calmly. "If you told me from the start, I will come to save you earlier. I will beat him and probably kill him. Don't keep everything by yourself, you're not alone. You should've called me: 'Ma, come here. He beats me.' I will defend you. I never treat you like that at Gia's age. Yes, I hit you when you're already in high-school, but, I never ever hit you when you were just a toddler. You are my daughter and no one can hurt my daughter."

There she is saving her daughter in storm, she pulls her slowly, steadily, with love.

****

Aku harap ketika aku sudah siap dalam menjalin hubungan kembali,
Aku sudah sembuh, berdamai, mencintai, dan menerima diriku sendiri. Ya, aku harus sudah selesai dengan diriku sendiri, sehingga aku tidak perlu membawa luka dan trauma pada hubunganku selanjutnya, dan tidak menyakiti calon pasanganku kelak. Justru, pasanganku akan semakin memperkuat diriku untuk menghadapi berbagai rintangan dalam hidup.

Aku mau berada di dalam hubungan yang sehat, di mana aku dan calon pasanganku akan saling menopang satu sama lain. Saling mencinta dan merasa secara ugal-ugalan, us against the world, mungkin.

Aku yakin, jika aku sudah selesai dengan diriku sendiri, akan ada pria yang juga sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Dibalik seluruh trauma dan lukaku ini, aku memag hanyalah wanita hopeless romantic yang selalu yakin akan ada cinta tulus suatu hari nanti.

"We accept the love we think we deserve" - The Perks of Being a Wallflower

Jika aku sudah selesai dengan diriku sendiri, maka aku akan tahu nilai diriku sendiri, aku sangat layak untuk dicintai, diterima, disayang, dan diperhatikan, dan sosok pria itu... ada dan nyata. Aku tahu itu.

Semoga, aku dan pasanganku kelak bisa saling menerima seluruh lapisan diri kami masing-masing dan bisa saling mengerti tanpa harus meminta.

To be love is to be heard, chosen, seen, and found.

Comments

Popular posts from this blog

Pancasila, Nasionalisme, dan Eyangkung

Mungkin Eyangkung (Eyang Kakung, Kakek dalam bahasa Jawa) benci disebut-sebut sebagai pahlawan. Tapi, memang kenyataannya begitu. Tidak akan ada Indonesia tanpa Eyangkung dan para pahlawan yang lain. Eyangkung saya bernama Eyang TK, beliau lahir di Solo pada 17 Agustus 1919. Eyangkung bersekolah di Neutrale H. I. S Solo dan beliau berprestasi di sekolahnya. Karena prestasi itulah beliau dibebaskan dari les persiapab masuk M. U. L. O. dan pada akhirnya beliau berhasil masuk tanpa melalui tes ujian masuk. Sebagai cucu kesekian, saya sangat bangga mempunyai sosok Eyangkung. Karena beliau, saya selalu bersumpah akan membawa nama baik keluarga. Saya nggak mau menjelekkan nama baik keluarga besar, saya nggak mau dibilang, "cucu pahlawan kok seperti itu?" (Walaupun saya ini memang tergolong bandel sih, cuma bandelnya masih sebatas wajar). Walaupun beliau wafat setahun sebelum saya lahir, banyak cerita yang sudah saya dengar maupun foto-foto beliau yang saya lihat.  Dari yan...

What I Like

Di suatu malam minggu yang membosankan, gue galau karena hujan yang turun dengan perasaan php yang membabi buana. Hujan turun, berenti, turun, berenti. Ngga jelas maunya apa. Malam itu gue pun dengan isengnya membuka Youtube dan menonton Malam Minggu Miko buatan Raditya Dika. Gue pun ngakak sendirian nontonnya. Ehh, selesai nonton kedua episode, gue iseng juga nonton video Raditya Dika lagi Guitar Drifting. Anjaaaay, itu keren bangeeetttt !!! Persis kaya di August Rush, bedanya Freddie Highmore lebih ganteng tentunya. Tapiii, itu gue baru tau kalo itu namanya Guitar Drifting!! :O Gue pun browsing tentang guitar drfiting. Dan gue tertarik sama aksinya Andy McKee yang aseli kerennya kebangetan. Ohhh, gue aja main gitar masih belepotan. Gimana mau nyoba guitar drifting coba.... Check these video and you'll be amazed... Art of Motion - Andy McKee Rylnn - Andy McKee Selain Andy McKee, ada Depapepe, duo Jepang yang OHMIGOT. Mainnya keren banget. Gue ngga tau mer...

A Woman Called Nadia

Andaikan Nadia adalah seorang pria, aku sepertinya akan memilih untuk menikah dengannya. Sayangnya, Nadia adalah seorang wanita, sahabatku sejak masa kuliah. Aku pernah beberapa kali menulis tentang dia dan sahabat-sahabatku yang lainnya, namun, seiring bertumbuh dewasa aku, hanya Nadia yang lebih konsisten hadir di hidupku dalam berbagai fase. Aku nggak pernah menyangka, aku bisa terus bersahabat dengan Nadia hingga selama ini, bahkan sampai pergi berlibur bersama dan menginap. Nadia adalah sahabatku, malah mungkin sudah seperti saudaraku sendiri. Senang. Sedih. Marah. Bingung. Kecewa. Takut. Khawatir. Semangat. Tertarik. Kami sama-sama selalu hadir dengan berbagai perasaan yang ada di diri kami, dengan itu kami tumbuh dan berkembang bersama. Mulai dari suka dan duka, kami terus saling mendampingi satu sama lain. Nadia tau seluruh ceritaku dan perilakuku, dan begitupun sebaliknya. Kami adalah yin-yang, jungkat-jungkit, ontang-anting yang selalu melengkapi satu sama lain. Aku nggak per...

Bookaholic

My name is Nita. I'm a bookaholic. I can read thousands of books in a day. My eyes would be so green if I see lots of books. My imagination is in high level. And I live with an optimistic because I hope... I'll find my Happy Ending one day. I love reading novels. Horror, Sleuth-ish, Romantic, everything as long as the book is good. Beside that, I wanna be a writer. A bright future novelist. A famous author. Suatu hari di Gramedia Grand Indonesia, dengan berbagai macam buku yang pengen dibeli... Tapi cuma dibolehin ambil 2 sama Mama. T-T Dari sekian banyak novel yang dibaca, gue itu suka dengan karya-karyanya Trenton Lee Stewart di seri Mr. Benedict Society yang tebal bukunya bisa 500-an. Ceritanya TOP banget, seru, buat gregetan, dan sktech nya juga bagus..... -_- Terus ada juga Meg Cabot, an author who made Princess Diaries. Cerita buatan beliau memang 'terlalu' Barat, tapi karyanya tetap jadi andalan untuk gue. Sedangkan dari negara kita sendiri juga ada ...

Worthy Soul

I like deep hugs. I like holding hands. I like unexpected kisses. I like to be clingy. I want it everyday. I want to be loved, seen, heard, wanted, and needed. I want intimacy, connection, feeling warm and safe. I want a bond, soul to soul. A real love. Not a lust. I was kissed and hugged by love, several times, years ago in juvenile times. I was kissed and hugged by lust, several times in adult times. They longed for more hugs and kisses, they craved me. Some came from the intimacy and connection built in trust and affection, the rest... came from lust. As a lover woman, I know the difference, I could feel it... and I hate how lust could tainted the intimacy, connection, and the bond of souls. I hate how lust could made it as if an assault where I was only an object, not a subject. I hate how intimacy and connection eventually could became a lust. I miss to feel the sacred of love, where it overflows with intimacy and connection. Where eyes could speak to another eyes, without needing...