Skip to main content

Keeping Up With the Indras

Tonight I present this for my big sissy, Mba Tita dan Mba Andes.

MBAAAAAA...
Ade kangen sama Mba! Rumah terasa beda awalnya nggak ada Mba Tita, tapi masih ada Mba Andes. Terus sekarang dua-duanya udah nggak di Benhil. Memang Mas Benny dan Mas Iman juga udah menjadi keluarga kita semua. But I'm feeling so lonely...

Dulu di rumah Mba suka gangguin aku. Dari mulai naro kacamata di dalem oven, gara-gara aku teledor naronya. Ngejar-ngejar aku, atau sebaliknya. Main boneka bareng-bareng. Bilang aku centil kalo lagi iseng coba pake make up. Marahin aku kalau nakal, saking nakalnya sampe bikin Mama bingung. Dulu tiap Mba-Mba mau apa, pasti aku yang disuruh beli.

Jadi inget waktu masih kecil dulu...

Aku nggak pernah inget kejadian ini, tapi aku selalu diceritain sama Mba-Mba waktu aku ditaro di atas lemari, dan akunya diem aja nggak protes, malah cuma ketawa. Begitu ketauan Mama, Mama panik ngeliat aku.

Yang kedua adalah waktu badanku masih kecil banget, dan Mba suka gendong aku terus dilempar ke tempat tidur. Kejam sih kedengerannya. Tapi aku suka! Berasa terbang.

Yang ketiga.... dear readers, kalian tahu jalanan trolly yang ada di Pasar Festival? Yang menuju parkiran itu? Dulu kan di situ ada Carrefour. Nah, yang namanya anak kecil pasti selalu ada di trolly kan? Waktu itu gue duduk anteng di trolly dikelilingi kantung belanjaan. Trollynya didorong Mba Andes, tapi begitu di turunan... TROLLY GUE DILEPAS. Anehnya gue malah ngerasa seneng juga.

Masih banyak sebenernya. Mba sering nge-bully, tapi bukan yang bikin down dan sedih. Justru jadi kesepian ketika masa itu lewat.

Mba-Mba, Ade kangen... Nggak ada yang gangguin sampe ketawa terus sesek.

Tapi... hidup memang harus berubah kan? Menjadi lebih baik dengan terus berkembang.

Ade sayang sama Mba Tita-Mba Andes. Maaf kalo selama Mba ke rumah, Ade suka ngilang. Entah tidur pules, belajar, baca majalah, atau pergi. Ade ngerasa udah nyia-nyiain waktu kita... :(

Ps: lagi mau main poker. Tapi nggak ada yang nemenin, nih.. bingung mau ngapain...

Comments

Popular posts from this blog

Pancasila, Nasionalisme, dan Eyangkung

Mungkin Eyangkung (Eyang Kakung, Kakek dalam bahasa Jawa) benci disebut-sebut sebagai pahlawan. Tapi, memang kenyataannya begitu. Tidak akan ada Indonesia tanpa Eyangkung dan para pahlawan yang lain. Eyangkung saya bernama Eyang TK, beliau lahir di Solo pada 17 Agustus 1919. Eyangkung bersekolah di Neutrale H. I. S Solo dan beliau berprestasi di sekolahnya. Karena prestasi itulah beliau dibebaskan dari les persiapab masuk M. U. L. O. dan pada akhirnya beliau berhasil masuk tanpa melalui tes ujian masuk. Sebagai cucu kesekian, saya sangat bangga mempunyai sosok Eyangkung. Karena beliau, saya selalu bersumpah akan membawa nama baik keluarga. Saya nggak mau menjelekkan nama baik keluarga besar, saya nggak mau dibilang, "cucu pahlawan kok seperti itu?" (Walaupun saya ini memang tergolong bandel sih, cuma bandelnya masih sebatas wajar). Walaupun beliau wafat setahun sebelum saya lahir, banyak cerita yang sudah saya dengar maupun foto-foto beliau yang saya lihat.  Dari yan...

What I Like

Di suatu malam minggu yang membosankan, gue galau karena hujan yang turun dengan perasaan php yang membabi buana. Hujan turun, berenti, turun, berenti. Ngga jelas maunya apa. Malam itu gue pun dengan isengnya membuka Youtube dan menonton Malam Minggu Miko buatan Raditya Dika. Gue pun ngakak sendirian nontonnya. Ehh, selesai nonton kedua episode, gue iseng juga nonton video Raditya Dika lagi Guitar Drifting. Anjaaaay, itu keren bangeeetttt !!! Persis kaya di August Rush, bedanya Freddie Highmore lebih ganteng tentunya. Tapiii, itu gue baru tau kalo itu namanya Guitar Drifting!! :O Gue pun browsing tentang guitar drfiting. Dan gue tertarik sama aksinya Andy McKee yang aseli kerennya kebangetan. Ohhh, gue aja main gitar masih belepotan. Gimana mau nyoba guitar drifting coba.... Check these video and you'll be amazed... Art of Motion - Andy McKee Rylnn - Andy McKee Selain Andy McKee, ada Depapepe, duo Jepang yang OHMIGOT. Mainnya keren banget. Gue ngga tau mer...

A Woman Called Nadia

Andaikan Nadia adalah seorang pria, aku sepertinya akan memilih untuk menikah dengannya. Sayangnya, Nadia adalah seorang wanita, sahabatku sejak masa kuliah. Aku pernah beberapa kali menulis tentang dia dan sahabat-sahabatku yang lainnya, namun, seiring bertumbuh dewasa aku, hanya Nadia yang lebih konsisten hadir di hidupku dalam berbagai fase. Aku nggak pernah menyangka, aku bisa terus bersahabat dengan Nadia hingga selama ini, bahkan sampai pergi berlibur bersama dan menginap. Nadia adalah sahabatku, malah mungkin sudah seperti saudaraku sendiri. Senang. Sedih. Marah. Bingung. Kecewa. Takut. Khawatir. Semangat. Tertarik. Kami sama-sama selalu hadir dengan berbagai perasaan yang ada di diri kami, dengan itu kami tumbuh dan berkembang bersama. Mulai dari suka dan duka, kami terus saling mendampingi satu sama lain. Nadia tau seluruh ceritaku dan perilakuku, dan begitupun sebaliknya. Kami adalah yin-yang, jungkat-jungkit, ontang-anting yang selalu melengkapi satu sama lain. Aku nggak per...

Bookaholic

My name is Nita. I'm a bookaholic. I can read thousands of books in a day. My eyes would be so green if I see lots of books. My imagination is in high level. And I live with an optimistic because I hope... I'll find my Happy Ending one day. I love reading novels. Horror, Sleuth-ish, Romantic, everything as long as the book is good. Beside that, I wanna be a writer. A bright future novelist. A famous author. Suatu hari di Gramedia Grand Indonesia, dengan berbagai macam buku yang pengen dibeli... Tapi cuma dibolehin ambil 2 sama Mama. T-T Dari sekian banyak novel yang dibaca, gue itu suka dengan karya-karyanya Trenton Lee Stewart di seri Mr. Benedict Society yang tebal bukunya bisa 500-an. Ceritanya TOP banget, seru, buat gregetan, dan sktech nya juga bagus..... -_- Terus ada juga Meg Cabot, an author who made Princess Diaries. Cerita buatan beliau memang 'terlalu' Barat, tapi karyanya tetap jadi andalan untuk gue. Sedangkan dari negara kita sendiri juga ada ...

Worthy Soul

I like deep hugs. I like holding hands. I like unexpected kisses. I like to be clingy. I want it everyday. I want to be loved, seen, heard, wanted, and needed. I want intimacy, connection, feeling warm and safe. I want a bond, soul to soul. A real love. Not a lust. I was kissed and hugged by love, several times, years ago in juvenile times. I was kissed and hugged by lust, several times in adult times. They longed for more hugs and kisses, they craved me. Some came from the intimacy and connection built in trust and affection, the rest... came from lust. As a lover woman, I know the difference, I could feel it... and I hate how lust could tainted the intimacy, connection, and the bond of souls. I hate how lust could made it as if an assault where I was only an object, not a subject. I hate how intimacy and connection eventually could became a lust. I miss to feel the sacred of love, where it overflows with intimacy and connection. Where eyes could speak to another eyes, without needing...