Aku selalu yakin, karakter asli seseorang akan terlihat dari caranya menghadapi konflik dan terutama saat... marah.
Sebagai anak hasil didikan orang tua serba militer yang tegas dan disiplin, rasanya aku sudah kebal menghadapi orang-orang luar yang kelakuannya nyeleneh. Karena, seumur hidup aku udah latihan mental di rumah, dan memang orang tuaku adalah sosok yang paling aku takuti.
Sejauh ini, dari hubungan terakhirku, aku pernah dikatain:
"Dasar anak pungut!"
"Dasar anak sampah!"
"Dasar pelacur!"
"Lonte!"
"Anjing lo!"
"Saya pikir, kamu bilang cinta sama anak pertamamu, padahal itu bullshit. Kamu hanya mementingkan diri sendiri."
Aku lebih sering malas berdebat hanya mengatakan, "iya. Iya. Iya" dibandingkan membalas ucapan mereka. Karena kalau aku ikut buka mulut, orang-orang akan kaget dengan reaksiku. Itulah yang mereka rasakan setiap kali aku memilih untuk tidak menjaga lisanku, padahal aku hanya membela diriku dari lisan mereka yang tidak terdidik.
Mereka yang kena akan balasan lisanku mengetahui jika memang ucapanku akan jauh lebih menusuk dibandingkan ucapan mereka, dan aku tidak pernah mengucapkan permintaan maaf duluan jika memang itu bukan salahku.
Aku dibesarkan untuk menjadi wanita yang tau tata krama, etika, sopan, dan santun. Aku tidak akan menyerang jika tidak diserang duluan, namun ketika aku diserang, jika aku rasa sudah keterlaluan maka aku akan membela diri.
Aku tidak bisa mengontrol orang lain. Aku hanya bisa mengontrol ucapanku, perilakuku, tindakanku, dan perasaanku. Aku memilih untuk menjadi aku yang tau tata krama, etika, sopan, santun.
Karena di dalam kontrolku, aku membawa nilai-nilai keluargaku, agamaku, dan bagaimana aku ingin dilihat sebagai orang tua dari anak-anakku.
Aku masih berusaha untuk tidak perlu berteriak, ucapan sumpah serapah, dan intonasi tinggi ketika marah.
Aku masih berusaha untuk menyampaikan apa yang aku rasakan terlebih dahulu, daripada langsung menunjuk kesalahan orang lain.
Semoga aku bisa tetap mengontrol diriku sendiri, menjadi lebih terkontrol setiap harinya.
Comments
Post a Comment