Skip to main content

That Fangirling Moment When They Talk About F1 (3.0) - ADULT VERSION

 I rarely talk about F1 here, but here are the updates:

1. Sebastian Vettel is retired and now he LOVES to ride bike. Model sepedahan yang tracknya ekstrem, bukan sepedahan keliling kompleks yang santai dan berlanjut ngopi.

2. Daniel Ricciardo is also retired and he sells wine now, lol. OH HOW MUCH I MISS HIM ON THE TRACK, humornya yang receh membuat F1 less drama. Dulu pas masih ada Ric, seru banget karena dia selalu ngelucu (bahkan di saat dia ga mencoba untuk jadi lucu).

3. Max Verstappen is a DAD now! He's a step dad to Penelope, too, so basically he is a dad of 2 daughters now. Thanks God that he has DAUGHTER instead of son, karena, kebayang kan kalau dia membentuk Max Verstappen versi 2.0 dari kecil (just like his father, Jos Verstappen, did to him). Jadi keinget, how I grow up with Max Verstappen juga. Kami kan seumuran, dulu dia masih rookie driver dengan segala potensi. Terus sekarang liat dia udah punya anak, akupun udah dewasa dan punya anak juga. Cepat banget waktu berlaluuuu.

Terus, Max Verstappen memang masternya racing di track yang basah & slippery (karena bapaknya memang melatih dia sekeras itu, once he practiced to ride on an ice). Salah satunya yng paling buat berkesan tuh pas Sao Paulo GP 2024. Udah sekarang aturan FIA itu ribet bangettt, politiknya juga terasa nggak sehat lagi. Di race ini, Max dapat penalty dari FIA yang menyebabkan dia harus mulai dari P17. The "simply lovely" is he, lah dia meluncur dong dari P17 ke P1 di track yang kondisinya hujan lebat dan jalanan licin. Semuanya lihat kemampuan asli Max di sini, karena kalau hujan dan licin, teknologi mobil udah nggak ada gunanya. Murni hanya kemampuan drivernya aja. KAYA, MERINDING BANGET GILA.

Terus, somehow, aku suka banget rivalry antara Charles Leclerc sama Max Verstappen. Mereka udah kenal dari kecil, udah terbiasa ikut race bareng, jadi kaya liat... mereka ngerti gaya main satu sama lain. Gemes gitu liatnya. Semoga pertemanan mereka akan tetap sehat, nggak kaya hubungan pertemanan Lewis Hamilton dan Nico Rosberg yang udah kandas.

Kalo Vettel terkenal karena gaya mainnya yang halus dan tactical, aku juga suka modelan Verstappen yang agresif banget. Beda vibes, tapi sama-sama bikin deg-degan tiap nontonnya. Yang bikin gregetan lagi, mobil Red Bull itu jelek parahhhh. Punggung Max berat banget, nge-gendong Red Bull :')

4. Lewis Hamilton wears red. You read it right, aku masih belum terbiasa melihat Lewis di Ferrari :') dan nggak tau kenapa, sejak pindah ke sini, aku liatnya biasa aja. Udah identik banget sama Mercedes, jadi pas main di sini.... well, idk how to describe.

5. McLaren mendominasi race karena mobilnya bagus :):):) tapi, based on attitude, how I wish Oscar Piastri could be WDC this season instead of Lando. Oscar Piastri itu menurutku juga tactical, tipikal orang yang lebih banyak mengamati dulu sebelum bertindak, dan attitude nya juga ganteng (no negative vibes). Tapi, aku berharap banget Max bisa WDC lagi, walaupun sulit karena memang mobilnya jelek.

6. Kimi Antonelli, rookie driver si paling gen-Z yang masih SMA dan pernah ngundang temen sekelasnya buat nonton race. HAHAHAHA lucu banget ini anak. Plus, minta engineers untuk kerjain PR-nya dia.

7. George Russel, si paling sassy. Karena FIA menyebalkan banget, even he initiates bikin persaturan pebalap F1 yang isinya protes dan memperjuangkan hak-hak pebalap. Salah satu aturan FIA yang nonsense, driver dilarang memaki lewat radio. :')

8. Charles Leclerc si pebalap jagoan tapi kalo nyetir mobil biasa, hobinya nabrak mulu. LOL. I always believe kalo dia retired, his face card could make him survive as a model. I become a tifosi because of him (+ Sebastian Vettel juga sih), karena memang benar... walaupun Ferrari performanya lagi jelek banget, everyone is a tifosi.

Selain suka liat kompetitifnya bareng Max Verstappen, aku suka liat pertemenan Charles dengan Carlos Sainz. Baru-baru ini, pas midnight mereka nyewa mobil untuk balik ke Monaco bareng, karena flight mereka dicancel due to bad weather. Lucu banget, diupdate di seluruh sosmed pula dengan vibes mudik jalur pantura.

***

Aku lihat, sekarang makin banyak cewe yang suka F1... which is good, sih. Tapi, berasa gimana, ya.. I will try to explain this carefyully: Some of them only like it because of FOMO, hanya tau pebalapnya, tapi nggak ngerti banget tentang F1. I don't try to be pick-me, lho, but, seriously... it takes years for me to understand about F1, and it all started back in 2009-2010-ish. Mulai dari deretan mesin yang digunakan, perbedaan suara mesinnya, bagaimana para pebalap juga harus latihan fisik dan mental lalu juga mempelajari teknologi mobil yang akan digunakan, drama antar pebalapnya, Toto Wolff yang sumbu pendek tapi keren, Christian Horner yang cabut dari Red Bull. F1 is more than just a race, it consists drama, political issues, engineers who works hard to deliver the best- F1 is a business after all.

If you ever start to like F1, good luck on going deeper about it karena... seru.

XOXO,

Nita Piquet (biar kaya cewenya Max, Kelly Piquet, yang cantik banget parah. Kelly is a Sagittarius too btw. Emang, no one could ever deny Sagittarius face cards, LOL)

Comments

Popular posts from this blog

Pancasila, Nasionalisme, dan Eyangkung

Mungkin Eyangkung (Eyang Kakung, Kakek dalam bahasa Jawa) benci disebut-sebut sebagai pahlawan. Tapi, memang kenyataannya begitu. Tidak akan ada Indonesia tanpa Eyangkung dan para pahlawan yang lain. Eyangkung saya bernama Eyang TK, beliau lahir di Solo pada 17 Agustus 1919. Eyangkung bersekolah di Neutrale H. I. S Solo dan beliau berprestasi di sekolahnya. Karena prestasi itulah beliau dibebaskan dari les persiapab masuk M. U. L. O. dan pada akhirnya beliau berhasil masuk tanpa melalui tes ujian masuk. Sebagai cucu kesekian, saya sangat bangga mempunyai sosok Eyangkung. Karena beliau, saya selalu bersumpah akan membawa nama baik keluarga. Saya nggak mau menjelekkan nama baik keluarga besar, saya nggak mau dibilang, "cucu pahlawan kok seperti itu?" (Walaupun saya ini memang tergolong bandel sih, cuma bandelnya masih sebatas wajar). Walaupun beliau wafat setahun sebelum saya lahir, banyak cerita yang sudah saya dengar maupun foto-foto beliau yang saya lihat.  Dari yan...

What I Like

Di suatu malam minggu yang membosankan, gue galau karena hujan yang turun dengan perasaan php yang membabi buana. Hujan turun, berenti, turun, berenti. Ngga jelas maunya apa. Malam itu gue pun dengan isengnya membuka Youtube dan menonton Malam Minggu Miko buatan Raditya Dika. Gue pun ngakak sendirian nontonnya. Ehh, selesai nonton kedua episode, gue iseng juga nonton video Raditya Dika lagi Guitar Drifting. Anjaaaay, itu keren bangeeetttt !!! Persis kaya di August Rush, bedanya Freddie Highmore lebih ganteng tentunya. Tapiii, itu gue baru tau kalo itu namanya Guitar Drifting!! :O Gue pun browsing tentang guitar drfiting. Dan gue tertarik sama aksinya Andy McKee yang aseli kerennya kebangetan. Ohhh, gue aja main gitar masih belepotan. Gimana mau nyoba guitar drifting coba.... Check these video and you'll be amazed... Art of Motion - Andy McKee Rylnn - Andy McKee Selain Andy McKee, ada Depapepe, duo Jepang yang OHMIGOT. Mainnya keren banget. Gue ngga tau mer...

A Woman Called Nadia

Andaikan Nadia adalah seorang pria, aku sepertinya akan memilih untuk menikah dengannya. Sayangnya, Nadia adalah seorang wanita, sahabatku sejak masa kuliah. Aku pernah beberapa kali menulis tentang dia dan sahabat-sahabatku yang lainnya, namun, seiring bertumbuh dewasa aku, hanya Nadia yang lebih konsisten hadir di hidupku dalam berbagai fase. Aku nggak pernah menyangka, aku bisa terus bersahabat dengan Nadia hingga selama ini, bahkan sampai pergi berlibur bersama dan menginap. Nadia adalah sahabatku, malah mungkin sudah seperti saudaraku sendiri. Senang. Sedih. Marah. Bingung. Kecewa. Takut. Khawatir. Semangat. Tertarik. Kami sama-sama selalu hadir dengan berbagai perasaan yang ada di diri kami, dengan itu kami tumbuh dan berkembang bersama. Mulai dari suka dan duka, kami terus saling mendampingi satu sama lain. Nadia tau seluruh ceritaku dan perilakuku, dan begitupun sebaliknya. Kami adalah yin-yang, jungkat-jungkit, ontang-anting yang selalu melengkapi satu sama lain. Aku nggak per...

Bookaholic

My name is Nita. I'm a bookaholic. I can read thousands of books in a day. My eyes would be so green if I see lots of books. My imagination is in high level. And I live with an optimistic because I hope... I'll find my Happy Ending one day. I love reading novels. Horror, Sleuth-ish, Romantic, everything as long as the book is good. Beside that, I wanna be a writer. A bright future novelist. A famous author. Suatu hari di Gramedia Grand Indonesia, dengan berbagai macam buku yang pengen dibeli... Tapi cuma dibolehin ambil 2 sama Mama. T-T Dari sekian banyak novel yang dibaca, gue itu suka dengan karya-karyanya Trenton Lee Stewart di seri Mr. Benedict Society yang tebal bukunya bisa 500-an. Ceritanya TOP banget, seru, buat gregetan, dan sktech nya juga bagus..... -_- Terus ada juga Meg Cabot, an author who made Princess Diaries. Cerita buatan beliau memang 'terlalu' Barat, tapi karyanya tetap jadi andalan untuk gue. Sedangkan dari negara kita sendiri juga ada ...

Worthy Soul

I like deep hugs. I like holding hands. I like unexpected kisses. I like to be clingy. I want it everyday. I want to be loved, seen, heard, wanted, and needed. I want intimacy, connection, feeling warm and safe. I want a bond, soul to soul. A real love. Not a lust. I was kissed and hugged by love, several times, years ago in juvenile times. I was kissed and hugged by lust, several times in adult times. They longed for more hugs and kisses, they craved me. Some came from the intimacy and connection built in trust and affection, the rest... came from lust. As a lover woman, I know the difference, I could feel it... and I hate how lust could tainted the intimacy, connection, and the bond of souls. I hate how lust could made it as if an assault where I was only an object, not a subject. I hate how intimacy and connection eventually could became a lust. I miss to feel the sacred of love, where it overflows with intimacy and connection. Where eyes could speak to another eyes, without needing...