Relapse day xxxxxxx
Kan katanya kalau kita banyak melupakan memori kehidupan sendiri, artinya sebenernya trauma respons dari otak kita yang lagi melindungi diri sendiri dari ingatan yang menyedihkan.
Nah, aku banyak melupakan memoriku. Aku hanya ingat sekilas aja tanpa detail.
Jadi ketika aku buka blog ini dan kembali membacanya perlahan, aku kembali seperti mengenali kehidupanku lagi.
TAPI.
Khusus 1 orang ini... I remember it him all to well.
Apa karena otakku mengasosiasikan dia sebagai memori indah di kehidupanku?
Mall, aroma parfum, caranya tertawa, caranya berdiri, lagu, makanan, jalanan, sumpia udang, F1, Keanu Reeves, MU, hampir semuanya... selalu membuat memori ini hidup di dalam kepala.
Aku tidak keberatan dengan memori ini, aku menyukainya. Walau terkadang ada rasa sedih, "mengapa ini harus hidup sebagai sebuah memori?"
Oh, I wish it's not just a memory. Oh, I wish he is my reality.
Put yourself together, girl.
You can do this.
You can do EVERYTHING even with a broken heart and when life teared you apart.
The reality is... I was irrelevant to him. I am still irrelevant to him now.
Comments
Post a Comment